Kamis, 11 Juni 2015

Perkembangan Anak Usia 0-2 Tahun

Resume Materi Grup WhatsApp Rumah Main Anak
Rabu, 10 Juni 2015

Perkembangan Anak Usia 0-2 Tahun.
Pemateri : Puti Ayu Setiani, S. Psi.
Pemandu Diskusi : Julia Sarah, S. Hum.

Untuk hal ini saya memang belum memiliki pengalaman, namun semoga materi yang saya dapat dari baca buku dan belajar langsung dari ahlinya dapat bermanfaat bagi yang membaca. 

“Every child is unique, and every family deals with different issues. There are some things, however, that many parents deal with around the same time. The way parents choose to deal with these issues has an important impact on how healthy and competent their children grow up to be. “
Kutipan tersebut saya dapat dari kata-kata awal pada laman www.parentfurther.com. Setiap anak adalah unik, dan masing-masing keluarga memiliki tantangan yang berbeda untuk dihadapi. Akan tetapi, terdapat beberapa hal umum yang sebenernya “wajib” tiap orang tua mengetahui tidak lain demi kebaikan anak mereka sendiri. Salah satu pengetahuan yang harusnya dimiliki oleh orangtua adalah pengetahuan mengenai tahap perkembangan anak. Nah, di sini saya akan sedikit memberi pembukaan bagaimana sih perkembangan anak di usia 0-2 tahun pertamanya.
Sebelumnya kita bicara mengenai apa itu pertumbuhan dan perkembangan ya. Pertumbuhan adalah perubahan besar, jumlah ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu. Untuk anak usia 0-2 tahun misalnya perlu secara rutin ditimbang berat badannya, dan juga mengukur lingkar kepala dan juga lingkar lengan. Nah, mengukur lingkar kepala ini rutin dilakukan, mengapa? Hal ini menjadi salah satu deteksi dini hidrocefalus ataupun microcefalus. Untuk itu mengapa dateng ke Posyandu dan pengisian KMS harus rutin dilakukan untuk mengecek ini.
Selanjutnya, apa itu perkembangan? Menurut Soetjiningsih (1995), perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Aspek dasar perkembangan ini adalah perkembangan kognitif, emosi, sosial, motorik (kasar dan halus), dan juga perkembangan bahasa.
Prinsip perkembangan sendiri merupakan hasil interaksi dari genetis dan lingkungan. Perkembangan juga mengikuti hukum chepalocaudal, yang dimulai dari kepala ke kaki, dan proximidistal, dimulai dari bagian tengah tubuh ke samping. Contoh  prinsip chepalocaudal ini adalah ketika bayi, ukuran kepala aalah 1/3 dari panjang badan. Untuk proximidistal, contohnya bayi mampu miring terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat tengkurap.
Untuk pembagian tahapan sendiri, Hurlock membagi masa 0-2 tahun menjadi masa neonatal (lahir- 2 minggu), dan juga bayi (2 minggu – 2 tahun). Perkembangan bayi di usia ini amatlah cepat karena masa ini merupakan masa-masa awal mereka mengenal dunia. Pembelajaran bayi yang utama melalui mendengar, melihat, dan merasakan, karena pada tahap ini dikenal periode sensorimotorik. Bahasa komunikasi pertama mereka adalah menangis. Menangis membuat orangtua tau bahwa mereka butuh makanan, kenyamanan, ataupun stimulasi (Berk, 2013). Lapar biasanya menjadi penyebab umum bayi menangis, namun mereka juga akan menangis ketika temperatur tubuh berubah saat diganti pakaiannya, bunyi yang tiba-tiba, atau terdapat stimulus yang “menyakitkan”. Bahkan bayi juga bisa menangis ketika mendengar suara bayi lain menangis. Kompak banget ya ternyata sesama bayi :D.
Bayi juga belajar lewat pengamatannya terhadap orang sekitar. Mereka dapat meniru ekspresi wajah dan juga gerak tubuh orang dewasa. Sering kan ngeliat bayi yang ikutan melet ketika orang di depannya melet, atau bayi yang dadah-dadah ketika mengantar orang pergi .
Di tiap kemampuan baru yang bisa dilakukan bayi, terdapat empat faktor yang saling mempengaruhi, yaitu:
1 Perkembangan sistem saraf pusat bayi (otak dan teman-temannya)
2 Kapasitas gerakan tubuhnya (yang berdasarkan umur)
3 Tujuan yang ada di pikiran bayi (motivasi internal yang dimiliki bayi. Secara naluriah, bayi memiliki tujuan ketika menggerakkan tubuhnya ataupun untuk mencapai tujuan tertentu), dan yang keempat
4 Dukungan lingkungan terhadap perilaku bayi.

Stimulasi yang diberikan lingkungan kepada bayi merupakan suatu faktor penting agar bayi berhasil melakukan tugas perkembangannya. Akan tetapi, stimulasi yang berlebihan tidak selamanya baik bagi bayi. Stimulasi harus diberikan sesuai dengan kesiapan atau kematangan bayi sesuai dengan umurnya. Apa saja sih kesiapan dan kematangan bayi berdasarkan aspek dasar yang telah disebutkan tadi? Minggu depan, akan dibahas lebih detail ya mengenai tahap perkembangannya di masing-masing aspek ya. Stay tune!

Tanya jawab
1⃣Mengenai perkembangan bahasa, apabila anak akan tinggal semntara di luar negeri (bhs induk bhs inggris) di usia 1,5-4 tahun, mana yg hrs diajarkan terlebih dahulu bhs indonesia atw inggris? Apakah anak di usia itu bs langsung diajarkan bilingual?

Mierna, jakarta

Jawab:
Pada dasarnya anak sudah mampu untuk memproduksi kata dalam dua bahasa di usia 1,5 tahun dari orangtua yang memang bilingual. Kalo untuk kasus tinggal sementara berdasarkan pengamatan saya terhadap teman2 yg memiliki balita ketika saya tinggal di singapur, di rumah mereka memakai bahasa ibu mereka (bhs indo), namun terkadang juga bahasa Inggris dan ketika bersosialisasi mereka juga menggunakan bahasa Inggris. Selama ini saya melihat anak-anak mampu menyerap kedua bahasa tersebut. Bahasa itu kan budaya, jadi ketika sekitarnya menggunakan bhs Inggris, anak akan cepat menyerap kosakata bahasa Inggris. Nah, untuk beberapa teman yang kembali ke Indo ketika anaknya di usia sekolah dasar (kelas 1 dan 2), memang butuh waktu beberapa bulan untuk memperlancar bhs Indonesia, namun biasanya anak2 tersebut akan "lupa" mengenai bahasa Inggrisnya karena sekitarnya tidak memakai bahasa Inggris lagi. Begitu mba Mierna. Mohon maaf kalo kurang menjawab.

2⃣
Apakah tumbuh kembng bayi berpengaruh terhadap mkanan tambahan seperti multivitamin yg dijual di pasaran..

Dan bagaimana qt mengajarkan secra dini hal emosional dia yg kadng tidk dpt qt mengerti..

Mohon jawab nya makasihh..☺☺

Nurma, jakarta

Jawab: terkait dengan multivitamin di pasaran apakah baik atau tidak saya tidak memiliki  kapasitas untuk menjawabnya, akan tetapi asupan nutrisi yang seimbang akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak dan menjadi dukungan bagi perkembangannya (seperti yang telah saya jelaskan mengenai prinsip pertumbuhan dan perkembangan). Stimulus yang diberikan oleh lingkungan adalah faktor  yang penting agar anak berkembang secara optimal (ingat juga prinsip asah-asih-asuh).

Untuk aspek emosi, pengajaran yg pertama dilakukan bs mengenai ekspresi emosi dasar. Dan hal ini juga terkait dengan usia perkembangan anak. Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini In Shaa Allah akan termuat di materi perkembangan emosi anak. Semoga menjawab.

3⃣apakah tumbuh kembang seorang anak di setiap tahap mempengaruhi tahap berikutnya?misal : anaknya bisa jalan usia 18 bulan,nah di usia 26 bulan anaknya belum lancar bicara,masih ngoceh dg kalimat yg tidak di ketahui maknanya dan baru bisa mengucapkan 1- 6 kata yg di ketahui maksudnya : cucu,bubu,abi,aa,teteh,tak,udah.. tapi anaknya udah paham perintah..masih normalkah perkembangan bahasanya?

Widi, Depok

Jawab: yang perlu diketahui bahwa masing-masing anak adalah unik dan berbeda-beda kecepatan perkembangannya. Berjalan di usia 1,5 thn masih dalam kategori kemampuan rata-rata anak seusianya. Tahapan2 tersebut biasanya disempurnakan per aspek, misal merangkak-berdiri-berjalan. Untuk kasus perkembangan bahasa, menurut IDAI pada usa 18-24 bulan merupakan tahap anak mengalami ledakan bahasa. Pada fase ini anak akan senang mendengarkan cerita. Pada usia 2 thn, sekitar 50 persen bicaranya dapat dimengerti orang lain. Orangtua harus waspada bila tidak ada kalimat dua kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan, meskipun dua kata tersebut masih seperti bahasa telegram (misal, adek mau, ini apa, dsb). Untuk mengetahui lebih pasti, mba Widi bs berkonsultasi dengan dokter ya mba.

4⃣
Katanya kalau anak terlambat merangkak atau melewatkan fase tsb & sama skali tdk merangkak maka akan berpengaruh pd tumbuh kembang dia berikutnya mgkn pada motorik halusnya, dll. Apkh pendapat tsb benar? Terima kasih atas jawabannya..
Aisyah, Semarang

Jawab:
Merangkak menurut para ahli akan membantu mengembangkan tingkatan baru dari organisasi otak. Merangkak akan memperkuat koneksi saraf tertentu, khususnya meliputi penglihatan dan pemahaman terhadap ruang. Sejujurnya saya kurang paham batasan terlewatinya fase merangkak. Apakah ketika sudah bisa berjalan, namun anak diberi permainan atau latihan ketangkasan seperti merayap di "gorong2" sudah bs "mengembalikan" fase merangkaknya atau tidak. Namun, kalo kemarin kata ahli tumbuh kembang di Sardjito, ketika fase merangkak terlewati kemungkinan anak akan mengalami masalah neurologis di kemudian hari. *note: saya juga kalo kata ibu saya dahulu tidak melalui fase merangkak.

5⃣Gimana cara menstimulasi anak 18 bulan untuk mengenal warna? selama ini sudah diajarkan sih seperti ini mobil biru,merah, dll. Tapi sepertinya masih belum 'nyantol'. Hehe..

Santy, Medan

Jawab: kalo menurut checklist tugas perkembangan yang dikeluarkan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention), di perkembangan kognitif anak umur 2 tahun memang baru mulai bs mengkategorikan warna, jd mereka baru bs mensortir benda yg memiliki warna yang sama. Untuk penamaannya masih menurut CDC, itu umumnya anak bs di usia 4 thn. Begitu mba Santy. Semoga menjawab.

6⃣ Selain dialihkan, bagaimanakah cara efektif memberitahu anak usia 22 bulan agar tdk menangis jika keinginannya tidak dapat dipenuhi? Atau saat ia ’dibully’ oleh temannya.

Sarah, Tangerang

Jawab:
Menangis itu sebenernya salah satu bahasa komunikasi. Namun, seiring perjalanan anak juga belajar mengenai strategi menangis ketika keinginannya tidak terpenuhi. Nah, untuk hal ini sepertinya bisa jadi artikel tersendiri ya Mba sarah. Mudah2an nanti saya sempatkan untuk menulisnya.

Senin, 08 Juni 2015

Tentang waktu

����������������������

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Bunda-bunda sholihat... diskusi kita hari ini adalah:

��Tentang Waktu��

����������������������

Qur'an Surat Al-'Ashr (103): 1-3:

وَالْعَصْرِ

Demi masa. QS Al Ashr (103):1

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Sungguh, manusia berada dalam kerugian, (QS Al Ashr(103):2)

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (QS Al Ashr (103):3)
����������������������

Setiap keluarga tentu memiliki perbedaan dalam membagi waktunya...

Bagaimana Bunda-bunda membuat jadwal untuk kegiatan buah hati?

Jam berapa bangun tidur?

Jam berapa tidur malamnya?

Berapa jam lama belajarnya?

Kapan waktu berkumpul dan bincang-bincang keluarga?

Mari kia diskusikan...

RaLiKa

Tim Tema Diskusi HSMN
Hsmn.timtemadiskusi@gmail.com

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
〰〰〰  HSMN  〰〰〰
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��facebook.com/hsmuslimnusantara

��FP: Seminar Menuntun Anak Menyongsong Surga

��FB: Seminar MAMS (HS Muslim Nusantara)

�� instagram: @hsmuslimnusantara

�� twitter: @hs_muslim_n

�� web:
hsmuslimnusantara.org

Ikuti acara HSMN Semarang: Bincang Keluarga:  Asyiknya Belajar di Rumah. 5 Juni 2015. Semarang.
����������������������

Mari kita bersama berbagi manfaat dan hikmah yang telah Alloh SWT beri...

Sabtu, 06 Juni 2015

Cooking time

����������������������

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Bunda-bunda solihat... tema diskusi kita hari ini adalah
��Cooking time��������

Sebelum mulai, berikut ini secuplik artikel yang bisa kita pelajari bersama

����������������������
Homeschooling Sambil Memasak
����������������������

Memasak... sebuah kegiatan yang tentunya selalu ada di keseharian kita... bisa lebih dari sekali dalam sehari kita dan buah hati berhubungan dengan kegiatan memasak. Atau walaupun tidak sempat melakukannya, setidaknya kita menikmati hasil masakan orang lain, yang terhidang didepan kita...

Ternyata... kegiatan masak-memasak ini, tidak sesederhana tentang bahan makanan dan hasil makanan yang telah jadi saja. Apalagi untuk Bunda-Bunda praktisi Home Schooling. Memasak ini ada hubungannya juga dengan pelajaran; Akidah, akhlak, matematika, fisika, belajar membaca, biologi, ekonomi, kedokteran dan sebagainya.

Berikut adalah sedikit contoh-contoh hubungan antara kegiatan memasak dengan pelajaran umum

1⃣ Akidah

Ketika memasak nasi, kita bisa membicarakan bahwa ini adalah bukti bahwa Alloh SWT, Tuhan Semesta alam itu 1 dan tidak banyak. Di mulai dengan memberi tahu buah hati kita bahwa nasi berasal dari beras, dan beras itu berasal dari padi, padi dari benih. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan siapa yang menumbuhkan padi dari hanya sebuah benih, tentu Alloh SWT yang menumbuhkan. Padi-padi di seluruh dunia itu kemudian tumbuh dengan cara yang sama, keatas, dan lama kelamaan berbuah kembali menghasilkan benih lagi. Tentu proses ini ada yang mengatur, dan sebuah sistem teratur ini pasti hanya Yang Maha Esa yang mengatur. Jika Tuhan Yang Maha Mengatur lebih dari satu, tentu satu benih yang sama jenis ini tumbuhnya tidak seragam, tergantung 'pengaturan' dan kemauan tuhan-tuhan itu. Tidak terbayang bagaimana kacaunya bila yang mengatur dan harus dipatuhi oleh tumbuhan itu lebih dari satu.
Terbukti, Maha Pencipta dan MahaPengatur hanya Alloh SWT. Alloh itu satu, tidak memiliki anak dan tidak diperanak.

2⃣Matematika

Belajar berhitung misalnya menghitung telur yang akan digunakan. Belajar menimbang misalnya ketika kita hendak meninbang bahan-bahan makanan. Belajar besaran dan satuan dari timbangan tadi. Belajar mengukur, misalnya panjang sayuran yang akan dipotong.
Sampai belajar perkalian, pertambahan, pengurangan, pembagian. Dimulai dari jumlah uang yang tersedia, membuat menu yang hendak dimasak, berapa uang yang diperlukan untuk membuat menu tersebut. Berapa perkali masak, berapa perhari, berapa perbulan...

3⃣Belajar Membaca

Belajar membaca??? Tentu bisa.. Bunda-bunda Home schooler bisa membentuk potongan-potongan sayuran menjadi bentuk huruf atau membuat kue-kue kering berbentuk huruf atau hanya sekedar mencetak nasi yang hendak dimakan menjadi bentuk kata tertentu. Sambil memasukkan sayuran, buah hati kita diajarkan membaca suku kata dari huruf yang masuk ke panci, atau membaca rangkaian huruf dari kue kering atau nasi yang sudah tercetak.

4⃣Sains

Proses bahan-bahan makanan sebelum akhirnya menjadi bahan makanan. Proses kimia yang terjadi saat barang-barang dimasak. Zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan. Titik didih dari bahan yang berbeda-beda.

Dan masih banyak lagi hal lain yang bisa dibahas dari hanya sebuah kegiatan masak memasak. Homeschooling sambil memasak? Kenapa tidak.

وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا ۖ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ ۖ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir. QS.Ar-Ra'd (13) : 3

Ralika
HSMN.TimTemaDiskusi@gmail.com

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��������hsmn��������
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��facebook.com/hsmuslimnusantara

��FP: Seminar Menuntun Anak Menyongsong Surga

��FB: Seminar MAMS (HS Muslim Nusantara)

�� instagram: @hsmuslimnusantara

�� twitter: @hs_muslim_n

�� web:
hsmuslimnusantara.org

Ikuti Seminar menuntun Anak Menyongsong Surga. 30 Mei 2015. Gd.Indosat pusat.Jakarta.
����������������������

Bunda-bunda solihah disini tentunya banyak yang jago masak niih..

Mari berbagi hikmah dan manfaat yang telah Alloh beri...

Entah menceritakan 'hebohnya' kegiatan memasak bersama anak

Menceritakan bagaimana mengajarkan anak memilih bahan makanan dan atau bahkan tisu yang halal..

Menceritakan apa saja hikmah yang didapat saat memasak bersama anak

Atau hanya sekedar berbagi resep

Yuuuuk...

Kita mulai diskusi hari ini... mari berbagi hikmah dan manfaat yang telah Alloh beri...

[5/28, 22:17] Desy Na:
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
الحمد لله و كفى و الصلاة و السلام على النبي المصطفى

RESUME KULWAPP
28 Mei 2015

Narsum: Innu Virgiani
Momod: Ummu Hanif
Nonot: Desy Noor
Judul:

"Membentuk Perilaku Baik dan Menghilangkan Perilaku Buruk"

Puji syukur kita panjatkan kepada Rabb Yang Maha Santun penggenggam hati setiap insan manusia..
Shalawat dan salam untuk yang terkasih RasuluLLOH..semoga kelak kita menjadi ummat yang mendapat syafa'atnya..

PROLOG

Bismillaaah

Assalamu'alaikum Teman-teman semua, alhamdulillaah pada saat ini saya diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Teman-teman, untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman seputar tema bagaimana menanamkan karakter baik (membiasakan anak berperilaku baik) atau menghilangkan perilaku negatif pada anak.

Saat ini saya akan buka diskusi tentang ini dengan mengenalkan tahapan perkembangan bayi hingga usia balita.

Mengapa pentingnya pengenalan tahapan ini? Karena pengenalan karakter dan perilaku2 baik memang dimulai sejak awal bayi lahir =))

Berikut ini penjelasannya..

Menurut Erik Erikson(1963), ada 8 tahap perkembangan psikosial manusia. Sejak usia bayi hingga usia balita,  ada 3 tahap, yaitu:
1. Trust vs Mistrus
Tahap ini berlangsung pada masa oral, pada umur 0-1 tahun atau 1,5 tahun (infancy).

Poin pembentukan karakter yang harus diperhatikan pada masa ini adalah MEMBUAT BAYI PERCAYA KEPADA LINGKUNGAN
Dalam Islam, fase ini adalah masa bayi (0 hingga 2 tahun)
Pada fase ini orang tua anak perlu untuk mengembangkan kasih sayang secara dua arah dimana ibu memberikan kasih sayangnya dan dalam waktu bersamaan juga menstimulus/ mengembangkan kemampuan anak memberikan respon terhadap kita.
Caranya?
a. Caregiver SIAP untuk SELALU bersikap penuh kasih sayang, lembut dan sabar kepada anak.
b. Peka kebutuhan bayi. Tetap sabar, penuh kasih sayang, dan lembut dalam menstimulus fisik anak, menerima perasaan-perasaan bayi dan tidak membiarkan bayi menangis terlalu lama.
c Tidak membandingkan-bandingkan perkembangan bayi karena tiap bayi punya perkembangan unik masing-masing.
d. Komunikatif dengan bayi.
e. Perbanyak sentuhan fisik yang penuh kasih sayang... pelukan, ciuman, usapan, belaian, dll...
f. Perbanyak juga kata-kata positif

TENTANG NARA SUMBER

Assalamu'alaikum teman2 semua, saya Innu Virgiani,

Psikolog Klinis lulusan UI, saat ini berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga

Admin Grup FB FOCER dan Bunda Belajar dan Bermain

Pernah bekerja di RSIJ Cempaka Putih sebelum akhirnya pindah ke Newark,  DE, USA, 3 tahun terakhir ini.

MATERI

Kita langsung ke materi ya sekarang
Nah, bagaimana jika perilaku negatif anak sudah terbentuk? Bagaimana cara menghilangkannya?

Pola pikir yang harus dipahami disini adalah, karakter anak masih akan terus berkembang pada masa-masa selanjutnya dan belum menjadi pribadi yang ajeg atau menetap, hingga mencapai usia 40 tahun nantinya. Oleh karena itu, orang tua harus terus bersemangat dan memberikan stimulus yang positif pada anak.

Untuk anak usia di bawah 5 tahun, perilaku negatif yang mereka lakukan, biasanya adalah berupa

1. Coba-coba, dalam rangka mengeksplorasi kemampuan diri mereka

Jika yang terjadi adalah yang pertama, yang perlu dilakukan adalah menyiapkan lingkungan yang aman bagi anak. Sejak awal menjelaskan pada anak apa yang boleh atau tidak. Ketika anak melakukan sesuatu yang tidak baik, langsung distop dengan cara yang baik. Gunakan kalimat 'mantera' seperti

“Semua ada caranya”
“Semua ada waktunya”
“Semua ada tempatnya”

dengan penjelasan yang diberikan sesuai dengan usia mereka.

Setiap kali anak berlaku baik, beri pujian 'setinggi-tingginya'
Jika anak berlaku tidak baik, beri respon dengan nada biasa, misalnya 'Oh..'.. 'tidak, itu berbahaya'.. Jika anak melakukan berulang-ulang berarti anak masih ingin terus melihat reaksi kita... terus konsisten berlaku 'cool' untuk tidak memberikan ruang 'reward' bagi anak.

2. Coba-coba untuk meminta perhatian dari orang tua yang lalai atau cuek

Respon orang tua, membuat anak belajar.

Jika orang tua memberikan kasih sayang yang cukup, biasanya anak akan sangat mudah dikendalikan.

Jika orang tua cenderung mengabaikan, anak akan belajar 'ga ada gunanya menangis... kalau sedih ya tahan sendiri, alihkan ke hal lain karena menangis pun orang tuaku ngga akan peduli. Hal ini mungkin terkesan 'enak' untuk ortu karena anak akan 'sibuk' sendiri, tidak menganggunya.. Namun di kemudian hari akan menjadi bibit-bibit perilaku negatif atau antisosial yang sangat menyulitkan orang tua.

Jika orang tua tidak konsisten, misalnya 1 waktu perhatian, di waktu lain tidak, hal ini akan membuat anak belajar bahwa untuk mendapatkan perhatian orang tua, ia harus menangis dulu, merengek dulu atau melakukan hal lain yang membuat orang tua 'menyerah'.

3. Melihat contoh yang buruk dari lingkungan dan akhirnya menjadi kebiasaan
Jika hal ini merupakan hasil dari kelalaian orang tua yang mungkin awalnya tidak disadari, untuk mengubahnya benar-benar dibutuhkan penerimaan diri dari orang tua untuk memaafkan anaknya, juga terutama memaafkan dirinya karena tidak ada gunanya menyalahkan diri, menyalahkan masa lalu yang tidak akan terulang. Penting bagi orang tua untuk berempati (menempatkan diri pada posisi anak) ketika akan memberi respon. Minta maaf pada anak, memberikan sentuhan lembut dengan tulus dan mengajak anak untuk berubah bersama-sama. Untuk anak usia di bawah 5 tahun in syaa Allah hal ini masih cukup mudah dilakukan. Namun untuk usia di atas 8 tahun, butuh usaha yang lebih keras pada orang tua untuk membuat anak dapat bersikap baik. Wallohu a'lam.
3. Inisiatif vs Guilt ( Inisiatif vs rasa bersalah)
Tahap ini dialami pada anak saat usia 4-5 tahun (preschool age).
Poin pembentukan karakter yang harus diperhatikan pada masa ini adalah penanaman semua nilai-nilai/karakter baik dalam berbagai situasi dengan cara yang baik pula

Caranya?
a. Dengan mengajarkan dan menjadi contoh (uswah/keteladanan) dalam mengerjakan amalan -amalan utama, yaitu bertauhid pada Allah, sholat tepat waktu, berbakti pada orang tua
b. Mengajarkan bagaimana memenuhi kebutuhan fisiologis diri dan menjaga diri
c. Mengajarkan anak-anak untuk mengenali 'fungsi' nya dalam lingkungan
d. Terus berikan kebebasan dan arahan pada anak untuk bereksperimen dalam lingkungannya,
e. Aturan terus berikan dengan konsisten.
Keterbatasan kognitif anak membuat anak tidak bisa langsung mencerna dan mengaplikasikan nilai2 baik yang kita ajarkan... benar-benara butuh kesbaran dan pengulangan-pengulangan..... agar mereka dapat 'deal' dengan aturan lingkungan.. dapat mulai mampu untuk mengontrol dan menguasai diri ketika ingin sesuatu..
2. Otonomy vs shame and doubt (Otonomi vs perasaan malu dan ragu-ragu)
Tahap ini  berlangsung mulai usia 1-3 tahun (early childhood).
Dalam Islam, masa anak-anak (2-7 tahun atau disebut dengan fase thufulah)
Pada fase inilah merupakan fase penting memberikan pondasi dasar tauhid pada anak melalui cara aktif agar anak terdorong dan memiliki tauhid aktif dimana anak mau melakukan sesuatu yang baik semata menurut Allah.
Fase ini fase penting penanaman pondasi bagi anak. Tinggal cari cara nih bagaimana menerapkannya.
Poin pembentukan karakter yang harus diperhatikan pada masa ini adalah MEMBUAT ANAK PERCAYA DIRI

Caranya?
a. Caregiver selalu berkata- kata positif, siap untuk menyemangati anak ketika melakukan sesuatu, memberikan pujian, bersyukur, berterimakasih untuk anak.. dan tentunya, penting bagi caregiver untuk punya stok perbendaharaan kata yang tepat untuk setiap situasi.
b. Menyiapkan rumah yang aman agar anak mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk bereksplorasi.
c. Berempati dan melatih anak2 untuk mengenali emosinya.. apakah ia sedang marah, kesal, senang, sedih, bahagia, dll
d. Sejak anak memasuki usia 2 tahun, fase ini adalah waktunya bagi ortu mengenalkan 'peraturan' tegas dan konsisten namun tetap dengan penuh kelembutan dan kasih sayang... karena masa-masa ini apalagi setelah fisik nya lebih sempurna, anak akan akan semakin giat mengeksplorasi ini itu dan kita akan mulai mengalami sendiri bagaimana tantrum pada anak =))
Mengapa sejak awal kita harus lembut?
Karena harapannya, sejak awal kita ingin memiliki anak yang berhati LEMBUT. sehingga kalau anak 'macem2' di usia ini dan ke depannya, kita ngga perlu ngomel2 luar biasa untuk mengingatkannya..
e. Orang tua terus berlatih untu berpikir positif..! tidak judging apalagi labelling.

Wa'alaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh ✅

TANYA - JAWAB

1⃣Bunda Eka:
Ank sy sekarang tk A usia juli nanti 5th..dikelas dr segi usia dia paling muda,sering tiap pulang sekolah cerita di tonjok,di dorong,dicakar sama temannya,selain itu sering keluar kata2 kurang sopan mencontoh film padahal dirumah td pernah nonton film tsb,sesekali dia jg praktek tonjok dll ke adiknya..bilangnya main robot2an dan srigala2an..sudah diberi pengertian kl hal tsb tidak baik namun ttp aja dilakukan,bagaimana cara mengatasi hal tsb?

1⃣Subhaanallah.. TK A bunda?

Pindah sekolah saja
Cari TK yang lebih baik lagi

Usia TK sudah dibully, bagaimana gurunya?
*kalau saya

Masalah mungkin belum selesai karena masih harus untuk membenahi perilaku anak.. Menetralisir perasaan2 anak, mininalisir perilaku negatif, menumbuhkan kepercayaan dirinya, berhubungan dg teman2 di sekolah dll

Hmm, atau mungkin  perlu kordinasi dg pihak sekolahnya?

Silakan bunda pertimbangkan....

Barokalloohu fiik ✅

2⃣Yani
Mba keponakan saya umur 7 tahun, setahun yg lalu dia deket sama saya dia semangat belajar, menghapal juz 30 tapi pas sekarang pas mau masuk ke SD dia jadi berubah jadi lebih seneng maen sama temen2 nya di komplek walaupun temen2 nya rta2 lebih tua
Kadang saya suka geram kesel gtu udh cape2 ngebentuk supaya dia rajin tp gra2 maen terus jadi malas. Gmna ya mba cara membentuk kembali pilaku baik buat ponakan saya ini?? Sekarang juga dia sering ngelawan kalau di suruh mandi atau sekolah sama saya atau nenek dan kakeknya
Dia tinggal sama nenek&,kakek jrg ketemu sma org tua nya.

2⃣Yang paling berpengaruh seharusnya orang tuanya..

Tapi tapi ya sudah...

Pada dasarnya Bunda perlu lebih tegas dan konsisten pada anak, dalam menerapkan disiplin

Anak ngeyel gapapa.. Trus berusaha negosiasi saja dan memanh harus cerdas dalam menggadapinya
Anak saat ini sepertinya mmg sedang senanng2nya bertemu teman2nya, punya lingkungan yang jauh berbeda dg rumah dll

Trus beri pengertian, pahami (empati) dan terapkan peraturan dg konsisten
Kerjasama dg orang tuanya juga

Bunda tidak perlu merasa kesal sudah capek2 membentuk anak dst

Karena memang mendidik anak butuh proses

Dan memang proses yang terjadi terus berkelanjutan dengan berbagai faktor yang mempengaruhi

Sehingga bunda dan anak perlu untuk siap selalu beradaptasi mengajadapi tantangan baru
Tantangan yang memang tidak mudah

Adaptasi memang tidak selalu mudah

Tapi semoga Allah mudahkan

Barokalloohu fiik✅

3⃣Bunda Ziya:
Bu..gmn y, mngajarkan rasa berbagi..biar ank ga pelit, misal lg main..sling pinjam..sesekali bs berbagi..tp skli liat tmn2nya pd pelit alias mengamankan mainanny msg2 jd ikutan. Trs gmn jg mngajarkan rasa menerima ketika tdk dberi pinjam mainan mslnya..? (Usia 2, 8 thn)

3⃣Usia 2.8 tahun masih sangat wajar anak2 tidak mau berbagi dan tidak perlu dipaksa
Anak bukan berarti pelit
Namun anak masih di dalam fase egosentris yang membuatnya masih sulit memahami tentang berbagi

Jika dipaksa justru malah akan sulit sekali diberikan
pemahaman

Jadi, berikan anak kesempatan untuk memilih, mainannya bolh dipinjamkan atau tidak

Jika tidak, katakan, baik nak.. Nanti kalau sudah puas baru pinjamkan ya.. Terimakasih anak bunda yang suka berbagi
Katakan pada temannya atau minta anak mengatakan (kalau anak mau), maaf aku masih mau main, nanti ya....

Begitu juga sebaliknya

Kalau anak ingin mainan temannya ingatkan:
Temanmu belum puas main.. Nanti kalau sudah puasdan teman mau meminjamkan ya.

Sampai batas usia brp hrsny sdh phm berbagi ?
Mulai paham 4-5 tahun
Sudah paham 6-7 tahun in syaa Allah
Semoga cukup dipahami, ya bunda ✅
☑Yani:
Mulai usia berapa diperkenalkanTentang berbagi?
Sejak lahir sudah bisa diperkenalkan..
Cuma untuk dipaksa, dilabel anak pelit, disuruh tanpa kerelaan anak?
Hanya berdasarkan keinginan ortu agar anaknya sesuai norma, mau berbgi, setia kawan, tidak sombong dll

Semua butuh proses.
Salah 1 Prinsip dasar parenting adalah penerimaan, dg empati, unconditional love (cinta tanpa syarat)

Itu yang perlu dipahami orang tua kapanpun dalam mendidik anak

Tiap anak tumbuh dalam proses perkembangan yang berkesinambungan.. Oleh karena itu, lihat kesiapan anak✅

4⃣Dewi:
Mohon penjelasannya ttg point 1.) >>> ada kalimat yg menyatakan sbg ortu hrs ttp "cool" apabila anak berulang melakukan perbuatan tdk baik krn ingin melihat reaksi kita, agar tdk ada ruang utk "reward". Mohon penjelasannya & tekniknya jg klo bs, hehe..

4⃣Cool: tidak panik, tidak bereaksi berlebihan, tidak mengeluarkan ekspresi yang meluap2

Tenang saja, berbicara dg nada rendah/ringan/ perlahan, seakan2 bukan masalah ketika menanggapi anak

Namun dg penekanan tertentu ketika waktunya mengarahkan/menasehati/memberikan masukan pada anak
Karena jika dilakukan sebaliknya, anak menangkap sebagai bentuk perhatian orang tua.. Berhasil menarik perhatian ortu sehingga perilaku tersebut justru diulang2

Teknik:
coba latihan ekspresi wajah datar, berbicara seperlunya 'oh begitu'

Tanya perasaan anak

Pahami jalan pikirannya

Lalu baru bernegosiasi.. Dg mengatakan perasaan dan pikiran bunda dan apa yg seharusnya anak lakukan

Contoh: anak corat coret tembok

Adik corat coret tembok?

Oh.. Senangkah corat coret? kenapa? Dg nada biasa

Soalnya....

Gambarmu bagus, tp sedihnya bunda kalau temboknya penuh coretan

Karena corat coret, menggambar, seharusnya di?

Arahkan anak untuk memahami kalau menggambar di kertas atau buku
Terimakasih anak yg tau membedakan tempat menggambar..

Semoga setelah ini menggambarnya dikertas atau buku ya...✅

☑Ummu Hanif:
Terkadang ketika mengajari sikecil 5 tahun hafalan untuk menahan marah,hanya ada  lelehan air mata ( sikecil lihaat ituu...)baikkah untuk perkembanganya mba innu?
Gapapa, in syaa Allah yang penting ngga terisak2 berlebihan

Dan memang konsisten, bundanya merasa sedih (bukan marah) karena perilakunya (lebih tepatnya)

Ingat untuk konsisten antara perasaan dan ekspresi perasaan ya bunda

Kalau sama suami cemburu, bilang cemburu, bukan marah

Kalau suami pulang malam cemas, bilang cemas bukan marah

Kalau pengn dibelikan makanan, tapi ngga dibelikan bilang kecewa, bukan marah
Apalagi dg anak2, agar mereka benar2 paham ttg emosi dan mampu berempati in syaa Allah ✅

5⃣ Bunda Nila:
Anak saya usia hampir 3tahun, sering merengek dan menangis untuk minta sesuatu. saya dan suami selalu berkata begini tiap anak mulai merengek, " mbak, bilangnya yang bagus, ummi/abi gak suka kalo kayak gitu. nanti ummi/abi ambilkan kalo bilang yg bagus". anak biasanya habis itu jd kalem. tapi merengek dan menangis ini masih seriiiing sekali diulangi lagi sm anak. apa cara yang kami lakukan salah? bagaimana cara yang seharusnya?

5⃣Polanya:
Sampaikan perasaan
Lalu pikiran (logis)
Lalu arahkan

Sedihnya ayah bunda, mba merengek terus

Ayah bunda tidak suka mba begitu

Mba bisa mengatakan baik2, ayah, mba mau ini dong... (Nada datar, tidak marah, tidak juga membujuk.. Kalo membujuk, sama saja dg merengek pada anak ☺️

In syaa Allah pasti ayah bunda ambilkan
Kalau anak merengek tinggalkan dulu

Beri waktu sekitar 3 menit, diamkan saja
Setelah tenang baru beri pemahaman lagi

Semoga ayah bunda trus sabar..

Semoga cukup jelas ya bunda =)) barokalloohu fiikum ✅

6⃣ Bunda Reni:
Bagaimana menyikapi dgn bijak anak kita yg berteman dgn tmn yg akhlaknya kadang kurang bagus, suka berbohong, bicara kasar, melempar barang atau menendang...anak saya alhamdulillaah masih bisa memilah ini baik dan buruk, tp saya takut lama2 kebawa sifat itu tanpa sadar...karena bukan anak sendiri jadi saya ndak punya banyak waktu untuk mendidiknya, memarahi jg nanti bisa disalahpahami (umur 6 th dan 3 tahun...)

6⃣Yang penting trus jalin kedekatan dan hubungan baik dg anak

Yang paling berpengruh pada anak adalah ortunya

Jika penanaman nilai oke, hubungan dg ortu juga trus baik in syaa Allah tidak masalah

Anak2 juga belajar dari lingkungan tyata di dunia ini  ada yang baik ada yg tidak baik

Ada yg dapat diikuti ada yang tidak boleh diikuti

Semakin paham contoh3 perilaku baik dan buruk, benar dan salah

Semuanya diambil hikmah, manfatnya bund
Jadikan ladang ilmu pengetahuan

Fokus pada kebaikan2 dan terus semangati anak

JANGAN fokus pada kekhawatian dan kecemasan

Fokus oada hal2 yg bisa dilakukan
Dan trus doakan anak

Barokalloohu fiik ✅

7⃣Bunda Miya:
Bgmn mengatasi anak yg pemalu di sekolah, usia 4,5th.. ga mau b'interaksi, seringnya cemberut. Pdhl klo di rmh ekspresif.. mhn bantuannya bunda Inu,  makasi

7⃣Tiap anak beda, tidak perlu dipaksa untuk bersikap seperti dirinya di rumah
Karena anak2 juga butuh adaptasi dg masa adaptasi yg tentunya berbeda setiap anak =))
Tidak perlu dipaksa

Jawaban saya pada dasarnya hampir sama sg mengatasi anak yang belum mau berbagi

Jangan dilabel pemalu.. Tapi anak masih butuh adaptasi dan sedang belajar mengenali lingkungan
Yang penting trus tunbuhkan kepercayaan diri anak

Tanamkan betapa teman dan gurunya baik, sayang padanya

Kalau sekolahnya aman

Dan ayah bunda sangat bangga atas kemajuannya di sekolah selama ini

Fokus pada kelebihan anak dan mensupportnya ya bunda

Bukan memaksa

Semangaat ✅

☑Bunda Hani Yuniani:
Ada batasan waktu utk adaptasi inikah?

Tidak ada
Sesuai kesiapan anak
Ada yang hanya 2 pekan, 4 bulan, 2 tahun

(Pengalaman saya ketika menjadi kepala sekolah bbrp tahun lalu)

Dan memang tidak dapat dipaksa ✅

☑Yani:
Kalau anaknya gak mau sekolah gara2 malu pengennya sama ibunyaaa terus gmna tuh?

Kalau sudah 5 tahun sudah bisa diajak diskusi bunda..
Tanyakan apa yang dirasakan di sekolah

Pendapat ttg guru, teman dl

Tunjukkan bukti2 konkrit dlsb
Apa yg membuat malu dlsb
Pintar2nya ortu menggali dan memahami perasaan dan kondisi anak
Setelah itu baru ambil keputusan apa yg bisa dilakukan
Komunikasikan dg sekolahnya. ✅

8⃣Bunda Temmy:
Bagaimana memperkenalkan tentang aturan dengan baik tanpa terkesan seram pada anak.. anak saya 4 dan 7 tahun... terkadang suka berlebihan bercanda.. sehingga membuat aturan yg dibuat terlupakan/dilupakan...
Contoh aturan yg terlupakan krn bercanda berlebihan:
Bila sudah waktunya shalat sudah dikomunikasikan untuk langsung sholat.. tetapi ada saja kelucuan yg mereka buat bersama.. sehingga suka lupa kalau niatnya td mau sholat.. padahal sudah wudhu.. sampai harus selalu diingatkan.
Selain itu...
Membawa makanan ketempat tidur..
Sudah dikomunikasikan... tetapi mereka makan sambil bercanda lupa lagi dengan aturan yg dibuat..
Terkadang bingung ... mereka enjoy tapi jd tdk taat aturan..
Harus selalu diingatkan.

8⃣ Intinya masalah2 yang kecil tidak perlu dibesar2kan dan dianggap masalah besar

Selama pada akhirnya anak2 masih terkontrol dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan

Dan anak2 memang masih perlu diingatkan

Yang perlu dilakukan mungkin lebih kepada cara memberi tahu anak

Karena anak2 tidak 'mempan' hanya dengan diingatkan dg kata2

Tapi perlu digerakkan
Caranya?

Alihkan perhatian anak
Atau beri pilihan
Atau beri jeda waktu

Contoh sholat:
Lagi becanda

Eh nak, bunda mau cerita nih mau dengerin ngga?

Baru arahkan ke sholat

Atau beri pilihan:

sayang, mau sholat pake sajadah yang ini atau itu?

Atau jeda waktu

Mau sholat 3 menit lagi atau 5 menit lagi?

Yg penting konsisten pada keputusan yg sudah diambil

Sama2 bunda, semangat ✅

EPILOG

Alhamdulillaah..
Semoga pertemuan kali ini bermanfaaat

Intinya, pada dasarnya anak akan siap untuk melakukan/tidak melakukan sesuatu yang baik

1. Ia merasa diterima, aman , dicintai lingkungan

2. Percaya diri bahwa dirinya mampu

3. Mendapatkan bekal yang memadai yang membuatnya bersemangat dan semakin mampu dan PD untuk melakukan sesuatu tersebut

Bisa juga bunda bayangkan diri bunda.. Karena kemungkinan besar diri kita pun bgitu
Trus melakukan penerimaan, memaafkan kesalahan anak dan diri kita (karena kita juga manusia, masih terus beradaptasi dan belajar sebagai ibu)

Tiap waktu adalah adaptasi

Hamil, butuh adaptasi
Melahirkan butuh adaptasi
Anak 1 tahun kita aaptasi lagi
Anak remaja kita adaptasi lagi
Anak menikah, adaptasi lagi

Dst dst

Trus mohon pada Allah untuk diberikan sabar dan syukur tidak terbatas sehingga kita dapat menanamkan perilaku baik pada anak2 kita, membantu anak menghilangkan perilaku negatifnya.. Menjadi ibu yang baik, dan semoga Allah menerimanua sbg amal baik yang berbentuk ibadah pada Nya
Aamiin
Terimakasih, wajazakumullooh khoiron,

Semangat, Bundaa