Jumat, 15 Mei 2015

MENIKAH, BUKAN SEKEDAR CINTA

by : bendri jaisyurrahman
(twitter : @ajobendri)

1. Pernikahan itu bukan sekedar mengenai cinta tapi yg utama adalah komitmen

2. Betapa banyak pernikahan yang rusak karena yang diperbarui hanyalah cinta bukan komitmen

3. Pernikahan akan makin berkah jika komitmen makin menguat meski cinta menurun bahkan lenyap

4. Cinta itu wilayah rasa. Sementara komitmen wilayah logika. Rasa boleh berkurang namun logika harus selalu menguat dalam pernikahan

5. Logika memahami bahwa pernikahan adalah taqdir. Dan menjalaninya dengan syukur dan sabar adalah Ibadah

6. Komitmen kita dalam pernikahan diukur sejauh mana komitmen kita dengan Allah. Sebab akad nikah dan syahadah sama-sama dikenal sebagai
'ikatan yg kokoh'

7. Allah pengikat jiwa antar pasutri. Sehingga rayuan mesra kepada
istri pun tak bisa menjaga keutuhan pernikahan jika hubungan kepada Allah tak dipelihara

8. Penyelesaian utama pada saat konflik pernikahan adalah penyelesaian komitmen bukan cinta. Sebab cinta tak bisa dipaksakan. Tapi komitmen bisa dikuatkan

9. Perbaikan komitmen pernikahan yakni menyadari bahwa akad nikah adalah janji kepada Allah untuk memuliakan istri dan anak. Kelak akan ditagih

10. Bertahan dalam sebuah pernikahan meski tanpa cinta tapi karena komitmen saat akad menunjukkan integritas lelaki sholih

11. Penguatan komitmen pernikahan dimulai dari penguatan syahadah dengan ibadah kepada pemilik hati yakni Allah SWT

12. Sebab pernikahan bukan sekedar pelampiasan cinta dan syahwat. Tapi implementasi dari syahadah yakni ibadah.

13. Pernikahan yg tak ada aktivitas ibadah di dalamnya, lebih tepat
disebut perkawinan. Kambing, kerbau dan sejenisnya juga bisa
melakukannya

14. Itulah kenapa jika sekedar utk 'kawin' maka pernikahan tdk butuh komitmen tapi obat kuat dan minuman suplemen

15. Dalam pernikahan yg tidak didasari komitmen namun mengagungkan cinta maka tampilan fisik itu paling utama.

16. Wajar, Rosulullah menjadikan faktor agama sebagai yg utama dalam merencanakan pernikahan. Sebab hanya orang-orang beragama yg siap berkomitmen

17. Maka saat konflik rumah tangga melanda, tak perlu cari seribu satu cara untuk tumbuhkan cinta. Fokuslah kepada penguatan aqidah sebaga fondasi perbaruan komitmen

18. Cinta akan terajak dan makin tumbuh tatkala komitmen makin
menguat. Sebab cinta adalah makhluk Allah yang hadir atas perintah
dariNya

19. Jika ‘terpaksa’ berpisah adalah konsekuensi dari aqidah. Bukan karena cinta yang pupus sudah. Sebab takkan berkumpul dalam sebuah rumah antara ahlul ibadah dan ahlul ma’siyah

20. Semoga rumah tangga kita senantiasa diikat karena Allah bukan atas paras cantik dan sebab kemewahan dunia..

Rabu, 13 Mei 2015

Mengajarkan sifat Rasululloh SAW: Fathonah

����������������������
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Bunda-bunda solihat...

In Sya Alloh hari ini, tema diskusi kita adalah

��"Mengajarkan sifat Rasululloh SAW: Fathonah"��

Sebelum berdiskusi, berikut adalah salah satu kisah Rasulullah SAW

����������������������

Pemugaran Ka'Bah

����������������������

Pada saat Nabi Muhammad SAW muda,sebelum menjadi Rasul, terjadi sebuah banjir besar di Mekah. Banjir itu menyebabkan dinding Ka'bah yang memang sudah lapuk jadi retak dan terancam runtuh.
Akhirnya diputuskanlah untuk mengadakan pemugaran Ka'bah.
Oleh Quraisy, pengerjaan sudut-sudut ka'bah dibagi 4 bagian. Setiap kabilah masing-masing mendapat satu sudut yang harus dirombak kembali. Pemugaran Ka'bah ini sebenarnya lebih menyerupai perbaikan hasil karya Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Pondasi ditinggikan, dindingnya pun ditinggikan, lantainya diuruk sehingga tinggi dan pintunya disejajarkan dengan lantai dalam Ka'bah serta diberi tangga untuk masuk. Pada saat ini pula, Ka'bah mulai diberi atap.
Pembangunan berjalan lancar sampai tiba saatnya batu hitam, hajar Aswad, hendak ditempatkan kembali ke tempatnya semula di sudut timur. Karena ini merupakan upacara suci penuh kehormatan, berebutlah tiap kabilah untuk melaksanakannya. Kabilah satu merasa lebih berhak terhadap lainnya, sehingga suasana menjadi panas.
Di tengah keadaan itu, muncul Abu Umayyah bin Al Mughirah. Dia adalah orang tua yang dihormati dan dipatuhi. Dia pun mengajukan sebuah usul yang disetujui oleh semua pihak,"Serahkanlah putusan kamu ini di tangan orang yang pertama sekali memasuki pintu Shafa."
Orang-orang pun menoleh dan menanti. Siapakan yang kiranya akan datang pertama?

Ternyata, beliau adalah Muhammad. Orang-orang pun bersorak lega.

Muhammad saat itu belum berumur 30 tahun. Orang-orang Quraisy pun menceritakan persoalan yang nereka hadapi. Muhammad, memandang merek dengan matanya yang teduh dan bijaksana. Berpikir sejenak, lalu berkata, "Tolong bawakan sehelai kain."
kain pun segera diberikan. Muhammad mengambil dan menghamparkan kain itu. Dia lalu mendekati Hajar Aswad. Diangkatnya batu hitam itu dan diletakkan ditengah-tengah kain.
"Hendaknya setiap kabilah memegang ujung kain ini," kata beliau lagi.
Kemudian, para ketua kabilah memegang ujung kain dan bersama-sama mengangkat Hajar Aswad. Di tempat Hajar Aswad semula berada, Muhammad mengangkat dan meletakkannya kembali.
Semua pihak merasa amat puas dengan keputusan Muhammad.
Demikianlah salah satu kisah yang menggambarkan sifat Fathonah (kecerdasan) dan kebijaksanaan Rasululloh SAW sejak beliau muda.

Ralika
Tim Tema Diskusi HSMN
HSMN.TimTemaDiskusi@gmail.com

Sumber:
Eka Wardhana. Muhammad Teladanku. Sygma Publishing. Bandung. 2013.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��������hsmn��������
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

��FB: Seminar MAMS (HS Muslim Nusantara)

�� instagram: @hsmuslimnusantara

�� twitter: @hs_muslim_n

�� web:
hsmuslimnusantara.org

��FB Fanpage: Homeschooling Muslim Nusantara

��FB Fanpage: Seminar Menuntun Anak Menyongsong Surga

��������������������

Apakah Bunda memiliki kisah yang lain?
Adakah tips-tips khusus untuk mendorong buah hati meneladani sifat Rasulullah SAW ini?
Apakah ada pengalaman tertentu?

Mari kita mulai diskusi kita hari ini tentang sifat fathonah Rasululloh SAW... yuuuk..saling berbagi hikmah dan manfaat yang Alloh beri...

PEMICU 2: TEMA DISKUSI IMAN KEPADA NABI DAN RASUL

������������������������
������PEMICU 2: TEMA DISKUSI IMAN KEPADA NABI DAN RASUL������

Bismillaah...

Setelah kita membahas 4 poin sebagai beberapa 'catatan penting dalam menceritakan Kisah Nabi dan Rasul pada Anak', maka berikut adalah poin-poin berikutnya yang akan kita bahas kemudian...

Semoga bermanfaat...

������������������������

Catatan Penting dalam Menceritakan Kisah Nabi dan Rasul pada Anak...

������Bagian kedua-habis������

������������������������

5⃣ Variasikan Metode

Kakak menggeser sofa dan meja sedemikian rupa dan mengajak mas azzam sambil berteriak-berteriak: “ayo naik, sebentar lagi banjir”. Ini pura-puranya kapal nabi Nuh, sambil mengangkut naik mainan binatang dan boneka ke atas sofa. Metode bercerita tidak melulu dengan kata-kata, menggunakan simulasi, permainan, boneka tangan, air, pergi ke tempat yang pembuatan patung (thematic outing) juga bisa jadi metode yang baik dan asyik agar anak lebih memahami cerita nabi dan Rasul tersebut. Tentu saja metode yang bervariasi ini akan lebih berkesan, diingat dan menyenangkan bagi mereka. Be creative!

������������������������
6⃣Bertahap dan Lakukan Pengulangan

Memahami 25 kisah nabi secara sekaligus tentu bukan hal yang mudah bagi anak-anak. Orang tua dan guru perlu mengatakan bahwa “cerita ini belum lengkap semua, masih ada kelanjutannya”. Penyampaian (episode) kisah perlu menyesuaikan dengan usia dan pemahaman anak, misalnya, saat menceritakan kisah Nabi Musa AS yang melakukan kesalahan dengan membunuh seorang lelaki, kisah homoseksual kaum sodom, kisah wanita-wanita yang sampai terluka jarinya karena ketampanan nabi Yusuf AS, relatif lebih tepat disampaikan saat usia anak menjelang baligh/SD bukan TK. Karena kisah ini memerlukan pemahaman yang lebih tinggi tentang konsep-konsep hubungan antar manusia, emosi, ketertarikan secara seksual dan sebagainya. Namun hal ini bukan berarti tidak menyampaikannya sama sekali, karena pada saat yang lebih tepat anak perlu diajarkan bahwa tabiat manusia memang bermacam-macam, bahwa manusia; bahkan nabi sekalipun pernah berbuat salah—terutama jika mereka mengikuti hawa nafsunya. Namun yang terpenting anak mengetahui bahwa mencegah diri dari kesalahan dan bertaubat adalah lebih utama. Selain itu anak harus memiliki kesadaran bahwa manusia dengan berbagai watak, tabiat dan perilaku buruk itu adalah realitas kehidupan, dan justru mereka perlu mendapatkan dakwah agar kembali ke jalan kebenaran.

������������������������
7⃣Lakukan konfirmasi untuk mengecek pemahaman

Untuk mengecek pemahaman anak, kita bisa mengkonfirmasi dengan kuis, pertanyaan, perbandingan, asosiasi/kemiripan dan cara lainnya. Ini penting dilakukan agar anak memiliki pemahaman yang benar dan memastikan mereka mendapat ‘ibrahnya’.

������������������������
8⃣Rangsang Rasa Ingin Tahu dan Keinginan Belajar yang lebih tinggi

Penting merangsang minat anak untuk tidak hanya menjadi pendengar, tapi pembelajar.

“Kakak pengen bisa membaca sendiri buku tentang Nabi yang umi pegang ini?”

“Iya aku pengen bisa baca huruf -hurufnya, nanti aku yang ceritakan sama azzam deh”. Nah kita bisa dapat momentum bahwa bisa membaca itu asyik, memberikan ‘kesadaran aksara’ sehingga suatu saat mereka akan minta: “mi, aku mau belajar baca”. Ingat bahwa menumbuhkan minat membaca harus lebih dulu ditumbuhkan sebelum mengajarkan keterampilan membaca. Anak yang bisa membaca dini belum tentu senang membaca. Menceritakan kisah- kisah dengan cara yang menarik, membiasakan anak membuka dan bertanya tentang buku-buku bergambar adalah cara-cara yang baik untuk merangsang minat baca anak.

������������������������
9⃣ Ajak mereka mencintai Al-Quran sebagai referensi utama

Orang tua dan guru punya tanggungjawab untuk menceritakan kisah Nabi dan Rasul dengan benar/shahih. Salah satu cara efektif untuk mengajarkan kisah nabi dan Rasul dengan Benar adalah dengan merujuk langsung pada Al Qur’an. Mengajak anak menghafal Qur’an, akrab dengan Quran sejak dini banyak sekali manfaatnya.

Kita bisa mengatakan ” cerita Nabi Musa AS ada di surat Al-Baqarah, artinya sapi betina”.

“Oya? di Al-Quran ada surat yang cerita Sapi mi?”, tanya kakak.

“Ada, ada yang cerita tentang sapi, gajah, semut, Unta…banyak”.

“Aku mau hafalan surat sapi, apa itu … Al-Baqarah, coba tunjukkan mi, yang mana … aku mau baca”.

Dengan demikian, kalaupun sempat ‘terjadi kesalahan bercerita’ pada waktu mereka anak-anak, kelak ketika mereka bisa membaca dan mencintai Qur’an mereka akan mendapatkan pemahaman yang shahih karena mengeceknya langsung pada sumber rujukan utama. Wallahu allam.

Sumber:
1.Ninin Kholida M, S.Psi, M.Kes. http://www.dakwatuna.com/2014/02/02/45753/catatan-penting-dalam-menceritakan-kisah-nabi-dan-rasul-pada-anak/#axzz3ZPFFrJRU

Tim Ralika
Tim Tema Diskusi HSMN
HSMN.Timtemadiskusi@gmail.com

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��������hsmn��������
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��facebook.com/hsmuslimnusantara

�� FB Seminar MAMS (HS Muslim Nusantara)

�� instagram: @hsmuslimnusantara

�� twitter: @hs_muslim_n

�� web:
hsmuslimnusantara.org

������������������������

Nah... dari poin dibagian kedua artikel ini, membahas 5 catatan penting ketika kita ingin berkisah tentang Kisah Nabi-Nabi kepada buah hati kita...

Yuuk kita share pengalaman kita�� dan kita diskusikan lagi...

Jika ada yang hendak men-share kisah nabi juga boleh yaaa...

Kisah Utsman Bin Affan

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Bunda-bunda solihat....
Tema kita hari ini, Rabu, 6 Mei 2015 adalah

��Kisah Utsman Bin Affan��

Sebelum kita memulai diskusi, mari kita simak sekelumit kisah Ustman Bin Affan berikut ini

������������������������

Utsman Bin Affan

������������������������

Utsman dilahirkan 6 tahun setelah tahun gajah. Jadi beliau lebih muda 6 tahun dari Rasululloh SAW.

Utsman adalah saudagar pakaian. Karena ia Jujur dan dermawan, perdagangannya maju pesat. Sifat pemalu telah tampak sejak kecil, sehingga Utsman remaja tidak pernah tergelincir dalam kehidupan maksiat seperti teman-temannya. Perasaannya halus dan lemah kembut, karena itu ia berusaha untuk tidak menyakiti hati orang atau melakukan kekerasan.

Abu Bakar, laki-laki dewasa pertama yang memeluk Islam, adalah sahabat Utsman. Mereka sama-sama tidak menyukai kebiasaan buruk masyarakat. Abu Bakar pun mengajak para sahabatnya yaitu diantaranya Zubair bin Awwam, Thalhah Bin Ubaidillah, dan Utsman Bin Affan masuk Islam. Utsman masuk Islam di masa awal kenabian, sehingga termasuk kelompok Assabiquunal Awwaluun.

Utsman Bin Affan menikah dengan putri Rasululloh SAW, Ruqayyah. Untuk memenuhi perintah Alloh dan melindungi istrinya, maka Utsman termasuk Muslimin yang hijrah ke Habasyah. Hijrah pertama dan kedua ke Habasyah diikuti Utsman. Begitu juga ketika hijrah ke Madinah.

Rasululloh SAW mengangkatnya menjadi salah seorang sekertaris dan kadang juga sebagai penulis wahyu.

Pada saat Rasulullah SAW dan kaum Muslimin hendak menghadapi perang Badar, tiba-tiba Ruqayyah sakit keras. Rasululloh SAW mengizinkan Utsman tidak berangkat berperang, untuk menjaga istrinya. Namun Ruqayyah akhirnya wafat dan dimakamkan bertepatan dengan datangnya berita gembira tentang kemenangan kaum Muslimin di Badar.

Mengetahui betapa sayangnya Utsman keoada keluarga Rasululloh SAW, beliau SAW pun kemudian menikahkan Utsman dengan putrinya, Ummu Kultsum, adik dari Ruqayyah. Namun kebahagiaan Utsman tidak lama, karena Ummu Kultsum pun wafat. Melihat Utsman begitu sedih, Rasululloh SAW pun menghiburnya dengan bersabda, "Andaikata ada putri kami yang ketiga, niscaya kami nikahkan ia dengan anda."
Karena menikah dengan Ruqayyah dan Ummu Kultsum itulah, kaum Muslimin pun memberi Utsman gelar "Dzun Nurain" (Si Pemilik Dua Cahaya).
Setelah menikah dengan dua cahaya hatinya itu, Utsman menikah dengan beberapa muslimah lain dan memiliki 15 anak lelaki dan perempuan dari semua pernikahan itu.

Setelah Badar, Utsman banyak mengikuti perang bersama Rasululloh SAW.

������������������������
Menjadi Khalifah Ketiga (masa pemerintahan 23 - 35 H / 644 - 656 M)

Khalifah ketiga setelah Abu Bakar, dan Umar Bin Khattab. Sangat banyak kebaikan yang dilakukan Utsman Bin Affan untuk sesama sehingga beliau digelari "Ghaniyyun Syakir" (orang kaya yang bersyukur). Pada masanya, Utsman mengganti para gubernur taklukan Islam yang ingin memisahkan diri. Dia juga memperbanyak Al Qur'an yang telah dibukukan menjadi tujuh buah dan mengirimkannya ke Syam, Yaman, Bahrain, Basrah dan Kufah. Inilah jasa terbesar Utsman Bin Affan.

Utsman wafat pada usia 82 tahun, saat sedang membaca Al Qur'an, ditikam pedang Humran Bin Sudan.

Di susun oleh RaLiKa
Tim tema diskusi HSMN
Masukan dan saran tentang tema diskusi mohon dikirim ke
HSMN.Timtemadiskusi@gmail.com

Sumber:
(1) Eka Wardhana, Kisah Para Sahabat Nabi, Rumah Pensil Publishing, 2012
(2) Eka Wardhana dan Tim sygma, Muhammad Teladanku, Sygma Publishing, 2013

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��������hsmn��������
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��facebook.com/hsmuslimnusantara

��FB : Seminar MAMS (HS Muslim Nusantara)

�� instagram: @hsmuslimnusantara

�� twitter: @hs_muslim_n

�� web:
hsmuslimnusantara.org

������������������������

Demikian sepenggal kisah Utsman Bin Affan. Begitu banyak sifat baik yang dicontohkan Utsman, semoga bisa menjadi salah satu inspirasi untuk anak-anak kita...

Mari kita mulai diskusi hari ini...