Sabtu, 18 April 2015

Optimalisasi waktu dalam menjalankan homeschooling multilevel dan tanpa ART

Oleh kiki barkiah
Disampaikan dalam kuliah via whatsapp Komunitas Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN)

"Sesungguhnya pekerjaan kita lebih banyak  dari waktu yang tersedia" Begitulah kata-kata sekian "guru kehidupan" yang selalu saya ingat. Ternyata kalimat ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang memilih mengambil peran sebagai penyeru dakwah (dai/daiyah). Sebagai seorang ibu rumah tangga tanpa ART yang memilih honeschooling sebagai metode pendidikan anak-anaknya, kalimat ini begitu menggambarkan keadaan kami saat ini. Terlebih saat saya pun masih berusaha sekuat tenaga untuk tetap menebar kebermanfaatan di masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, Allah memberi petunjuk pada saya agar waktu yang tersedia cukup untuk melakukan sekian banyak pekerjaan yaitu dengan menganut 3 prinsip.
1. Dilarang bergerak kecuali untuk hal yang bermanfaat.
2. Kerjakan lebih dari 1 pekerjaan di waktu yang sama (multitasking).
3. Terus bergerak mengerjakan pekerjaan yang paling memungkinkan untuk dikerjakan saat itu.

Untuk mengoptimalisasi waktu dalam menjalankan kelima peran yang diemban muslimah sebagai yaitu hamba Allah, anak, ibu, istri dan anggota masyarakat harus didorong dari motivasi internal dalam diri seseorang. Saya meyakini bahwa besar energi sama dengan E=mc2, dalam komteks peran sebagai seorang ibu homeschooler, energi sama dengan motivasi dikali cita-cita kuadrat

Orang yang masih memiliki keinginan yang kuat untuk menyeimbangkan semua peran, insya Allah akan berusaha semaksimal mungkin memanfaatan waktunya. Jika dari awal pola pikir yang kita miliki adalah tidak mampu, maka biasanya kita akan sulit bergerak dari pola pikir tersebut

Lalu bagaimana saya mengoptimalisasikan waktu agar kesemua pekerjaan dapat dilakukan dengan waktu yang sama-sama hanya 24 jam? Tentunya hal tersebut bisa tercapai karena ada kerjasama antara seluruh anggota keluarga. Semua pihak berkontribusi aktif dalam memenuhi kebutuhan sebuah tim keluarga.
Semua pekerjaan saya ada kombinasi multitaskingnya. Saya melakukan kombinasi multitasking sesuai dengan keadaan bayi yang saya miliki, diantaranya:
1. Saat ia tidur, biasanya saya melakukan pekerjaan yang membutuhkan pergerakan fisik. Anak-anak homeschooler lain diberikan fasilitas belajar yang bisa dilakukan secara mandiri
2. Saat ia dapat beraktivitas mandiri, biasanya saya memilih kegiatan mengajar yang sifatnya memerlukan pergerakan aktif.
3. Saat ia bangun dan membutuhkan saya secara aktif, misalnya menyusui, biasanya saya memilih kegiayan mengajar yang sifatnya hanya berupa dialog, seperti membaca buki, diskusi, memeriksa worksheet atau memurojaah hafalan.

Beberapa hal yang saya upayakan dalam memanfaatkan waktu diantaranya
1. Rumah diusahakan rapi sebelum sekolah jam 8 dimulai.
2. Masakan diusahakan selesai dipersiapkan saat sekolah dimulai. Saya memilih menu makanan yg bisa selesai sebelum jam 8 atau memilih menu yg hanya masuk panggangan oven seperti bakakak ayam. Sementara semua masakan seminggu sudah dimarinate dalam freezer. Malam sudah dikeluarkan agar pagi tinggal masuk oven. Sayur hanya lalab atau salad atau masakan sayur plus protein dalam satu masakan yg siap saji dalam 20 menit. Jika tidak sempat memasak sayur berarti anak-anak memakan buah.

3. Dari jam 8 sampai kira-kira jam 4 sore saya hanya fokus untuk urusan homeschooling anak anak. Memastikan 5 level siswa memiliki aktifitas masing masing. Jika tidak dapat dilakukan secara pararel maka siswa yang belum dapat belajar secara mandiri dipersilahkan bermain sambil mengasuh adik sekaligus mendengarkan murottal. Sesekali pada waktu ini saya mencicil beberapa pekerjaan rumah saat anak-anak sedang mengerjakan tugas secara mandiri.

4. Menyediakan sekian banyak sarana kegiatan buffer untuk dilakukan anak saat saya harus fokus mengajar satu anak. Sehingga anak-anak selalu dalam kegiatan yang positif. Misal anak yang hobby robotic dapat mengerjakan proyek harian yang bisa dilakukan saat saya mengajar yg lain. Anak yang hobby membaca bisa menunggu sambil membaca. Anak yang tidak bisa membaca bisa mendengatkan audio book.  Bahkan terkadang balita saya berikan kegiatan sentra bermain air di dalam bathtub lengkap dengan mainan untuk mengeksplorasi air.

5. Mengoptimalkan waktu istirahat makan siang untuk halaqoh islam bersama anak anak. Biasanya materi pengantar diberikan melalui video, audio atau ceramah lalu berdiskusi

6. Jika seluruh lesson plan sudah selesai biasanya anak-anak bermain sambil menghafal quran. Biasanya saat itu bayi sedang tidur sehingga saya bergerak aktif seperti menyapu, mencuci piring atau beres beres. Kombinasi kegiatan yang dilakukan saat bergerak aktif biasanya sambil menyimak setoran quran anak-anak atau sambil mengulang-ulang ayat yang sedang di hafal anak. Sementara anak saya terus mengikuti kemana sapu pergi. kecuali untuk hafalan anak yg belum dihafal saya, biasanya formasi multitaskingnya dilkukan sambil menyusui. Atau jika mereka sedang membantu membereskan seluruh ruangan sekolah, maka biasanya saya menyalakan multimedia ceramah untuk upgrade pengetahuan saya.

6. Sesi sesi sekolah yg tidak membutuhkan banyak bergerak dan alat bisa dilakukan saat jam menyusui bayi. Misal materi islam, sirah sahabat, membaca cerita, talaqi hafalan quran.

7. Sore hari biasanya kami semua bekerja bakti menyelesaikan beres-beres rumah sebelum kegiatan keluar rumah seperti ke park, ke kolam renang, fitness, atau kids klub.

8. Perjalanan di mobil biasanya dimanfaatkan untuk sesi audio.seperti audio book kisah sirah rasulullah saw atau mendengar hafalan quran melalui multimedia. Jika pergi ke park menggunakan stroller biasanya saya isi dengab murojaah hafalan dengan bantuan lisan saya.

9. Kegiatan menulis biasanya saya lakukan saat anak-anak tidak terlalu membutuhkan perhatian. Seperti saat mereka bermain di park, kids club, perjalanan di mobil, atau malam hari setelah mereka tidur. Sementara gagasan berfikir dalam sebuah tulisan biasanya saya konsep saat saya melakukan aktifitas di kamar mandi, sehingga artikel yang ditulis hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu jam dalam menyelesaikannya.

10. Kegiatan pengantar tidur juga diisi oleh kegitan homeschooling seperti membaca buku, menyampaikan kisah dan nasihat dan dzikir pengantar tidur. Jika ada anak yang masih belum tidur tetapi tugas mengajar kami sudah selesai, biasanya kami menyalakan audio book atau al quran sampai mereka terlelap.

11. Anak-anak memang dilatih untuk menyiapkan makanan mereka sendiri. Saya hanya memasak makanan utama. Mereka menyiapkan sarapan mereka masing-masing. Bagi anak yang tidak mau memakan menu utama, mereka saya minta untuk menyiapkan makanan yang mereka mau. Misal, balita saya yang berusia 3.5 tahun sudah terbiasa memasak dengan microwave.

12. Saya juga melibatkan peran anak-anak dalam mengajar anak lainnya. Terutama Ali yang sudah smp sering membantu saya mengajar lesson plan Shafiyah atau Shiddiq saat seluruh lesson plannya  sudah selesai. Juga Shafiyah (7tahun) bisa membantu saya mengajar faruq (3.5) seperti melalui kegiatan membacakan cerita saat sekolahnya sudah selesai. Hal yang memorivasi mereka untuk saling membantu adalah karena saya mensyaratkan bahwa standar harian harus sudah selesai sebelum kami pergi keluar seperti ke park, kids club atau berenang. Karena mereka tidak ingin salah satu ditinggal, maka mereka saling bahu membahu membantu agae semua syarat saudara-saudaranya juga tercapai.

14. Bapak sangat terlibat aktif dalam mengajar anak-anak terutama dalam hal berkomunikasi dengan pihak sekolah virtual yang kami ikuti. Bapak juga yang memegang kendali pelajaran Ali yang middle school. Bahkan Ali bersekolah di kantor bapak setiap hati jumat .

15. Kami memanfaatkan waktu akhir pekan untuk kegiatan kunjungan edukasi seperti ke alam atau ke museum. Biasanya di museum kami memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli. Bapak biasanya secara altif mengajar anak-anak saat pendalaman materi di kegiatan kunjungan edukasi.

16. Kami sangat memanfaatkan library kota untuk menunjang kegiatan belajar kami. Terkadang hampir 100 buku kami pinjam untuk durasi waktu sekitat 2-3 minggu.

17. Kami juga sangat terbantu dengan video-video pembelajaran seperti dari discovery education atau brain pop yang membantu kami memahami materi. Sehingga anak-anak yang tidak dibimbing secara langsung oleh say bisa dibimbing oleh video pembelajaran.

18. Anak-anak yang usia pra sekolah lebih banyak mengeksplore lingkungannya. Sesekali biasanya saya memasukkan pengetahuan kognitif pada kegiatan eksplorasi yang mereka pilih. Kadang saya memberikan studi kasus pengantar lalu meminta mereka merancang solusinya melalui lego atau duplo. Lalu saya tinggalkan mereka mengajar anak-anak lainnya. Kemudian sesekali membahas hasil rancangannya jika sudah selesai.

19. Meski kegiatan pembelajaran anak anak usia pra sekolah tidak serinci anak-anak usia sekolah tapi kehiatan belajar yang dilakukan oleh anak-anak lainnya sering diamati oleh adik-adiknya sehingga memberikan percepatan tersendiri. Mereka bisa saling mendengar pelajaran yang sedang dikerjakan saudara-saudara lainnya terutama jika pelajaran twrsebur diawali oleh video pembelajaran.

Kesimpulannya, sekolah anak-anak dilakukan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Kegiatan belajar secara aktif maupun kegiatan pemenuhan kebutuhan manusia seperti makanan dan rumah tangga menjadi bagian dari sekolah mereka. Semua pekerjaan ada formasi yang paling memunkinkan agar satu waktu dapat mengerjakan lebih dari 1 pekerjaan. Semua pekerjaan harus dilakukan secara multitasking, jika dilakukan satu-persatu akan membutuhkan waktu lebih dari 24. Tantangan yang paling berat adalah bagaimana otak ini terus berfikir semua berjalan secara pararel termasuk menyediakan 5 kegiatan yg berbeda untuk setiap level usia anak. Termasuk mengatur audio apa yg sedang menyala saat itu. Apakah al quran, film edukasi atau ceramah. Semua ada formasinya.

Lalu apakah saya sering merasa lelah Ooo tentu apalagi saya memiliki penyakit berkaitan dengan tulang. Tapi alhamdulillah saya punya suami dan anak anak yang dapat bekerja secara tim. Saat saya tidak bisa menggunakan kaki saya untuk bergerak atau berdiri maka saya akan mengerjakan pekerjaan yg bs dilakukan diatas kasur.

Perasaan lelah dan malas mungkin sesekali menyerang karena adanya godaan syaitan. Mari kita sama sama berdoa dengan doa yang ada di dzikir al mathurat agar terlindung dari kemalasan. Namun tetaplah memehang prinsip dalam pemanfaatan waktu. Dari sekian banyak amalan yang kita lakukan tidak ada yang bisa kita yakini sebagai penyebab masuk surga. Setidaknya kita berusaha mengoptimalkan waktu kita dalam kerangka ibadah kepada Allah agar kita punya sebanyak banyaknya peluang untuk memberatkan timbangn yaumul mizan kita walau hanya sezarah yg menyelamatkan. Maka rasanya sayang jika kita melakukan amalan sia-sia apalagi bermaksiat pada Allah. Semoga Allah mencabut nyawa kita dalam keadaan persembahan terbaik untuk Allah. Allah tidak pernah meminta kesempurnaan dari seorang hamba tapi Allah sangat mencintai hamba yang menyempurnakan pekerjaan.

Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus

RESUME DISKUSI GROUP 2- HS Muslim Nusantara

Jum'at, 17 April 2015
pukul: 13.30-15.30
Tema : Pembelajaran Pada Anak Berkebutuhan Khusus
Narasumber: Dyah Indah Noviyani, S.Psi, MPsi
Moderator: Marinta
Notulen: Atus

��Data Diri Narasumber��
Nama lengkap saya Dyah Indah Noviyani, SPsi, MPsi spy lbh akrab silahkan panggil saya Bunda atau Bu Vivi krn mmg saya sdh ibu2 dg 4 anak. Saya lulusan S1 Psikologi Undip dan S2 Psikologi UI. Tahun lalu bln nov saya resmi melepaskan status PNS saya sbg dosen di Psikologi Unnes. Saya fokus pada anak2 saya yg msh usia dini serta mengelola kursus dan paud plus day care serta biro psikologi.. silahkan bisa add facebook saya dg ketik nama lengkap saya

�� Pendahuluan ��
Pembahasan siang ini mengenai pembelajaran anak berkebutuhan khusus akan saya bagi mjd 2 point utama :
1. DEFINISI Anak Berkebutuhan Khusus dan JENIS2 kebutuhan khususnya

➡ABK adalah anak yang memiliki kondisi dan kebutuhan yang khusus secara fisik, emosi, sosial ataupun intelektual di bawah atau di atas standar rata2 anak pada umumnya yg  disebabkan adanya faktor hambatan/ gangguan fisik atau klinis shg membutuhkan program penanganan atau pendidikan yang individual agar mampu beradaptasi di lingkungan sosialnya..

Jenis ABK sesuai hambatannya
1.1. FISIK : tuna rungu, tuna wicara, tuna netra,tuna daksa atau cacat fisik,  tuna ganda
1.2. Emosi n sosial : autis, ADHD
1.3. Intelektual : keterlambatan mental atau anak dengan IQ dibawah 70, kesulitan belajar yakni disleksia, disgrafia, diskalkulia

2. PRINSIP2 PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN, langkah dlm pemilihan strategi pembelajaran serta strategi pembelajaran untuk ABK

2.1. Prinsip2 pemilihan strategi pembelajara ABK : tingkat keparahan gangguan yang dimiliki anak, tingkat usia kronologis atau sesuai tanggal kelahiran
2.2. Langkah2 dlm pemolihan strategi pembelajaran : identifikasi atau temukenali ciri2 atau atribut perilaku yg menjafi hambatan atau gangguan utama nya, tentukan tujuan pembelajarannya, pilih strategi yg tepat bg anak, pemilihan media pembelajaran, tes atau uji strategi dan materi pembelajaran, evaluasi penampilan perilakunya. Penentuan tujuan pembelajaran hrs dalam bentuk perilaku konkriy yg dpt diamati, harus memenuhi kebutuhan anak, dijabarkan dlm langkah2 sederhana serta dikaitkan pulautk tujuan yg lbh luas spt mengasah life skill nya.
Faktor2 yg perlu diperhatikan dlm memilih strategi pembelajatan ABK : strategi harus dimulai dari tingkat kemampuan dasar anak yg paling dikuasainya saat ini, harus menjamin tercapainya tujuan pembelajaran, harus merangsang smua indera n fisik anak, dilaksanakan scr bertahap melalui langkah2 kecil, hrs ada penyesuaian antara ciri atau atribut dengan tujuan pembelajaran bagi ABK ..
Demikian prolog semoga bermanfaat.

❓❓ Sesi Tanya - Jawab ����

1⃣ Pertanyaan dari bunda akmalia
Aslkm.sblm nya mhn maaf dl kmrn ikt promo tp ga bs jd mod..��.ana ngajar.ini smbl istrht.ibu..minta tips utk qita dampungi ank yg DS bagaimana ya?ana ngajar ank ABK dn siswa ana ada yg CP jg.ana ngjr br 10 thn pgang ank Abk.tp utk DS  knapa hawanya br sbntr mengantuk ya bu?mngkn ada tips.jazakillah.
1⃣ Yg mengantuk gurunya ya atau muridnya?

Iya bun sy jd trhanyut ngantuk tiap sesi ank DS.mski br 15 mnt.tp klo.lnjt gnti jam ank lain seger

Anak DS termasuk anak yg mengalami keterlambatan mental shg memiliki IQ atau kemampuan berpikir yang jauh dibawah standar rata2. Anak2 ini terindikasi sejak lahir mmg sdh memiliki kualitas myelin atau lapisan sel otak yg tipis dan cabang atau sinaps sel otak yg sedikit. Nah ortu n guru mampu mempertebal lapisan n memperbanyak sinaps otak dengan cara beri stimulasi di semua bagian otaknya mulai dari otak pusat bahasa, otak pengaturan emosi serta otak pusat berpikir atau analisa. Dengan cara beragam strategi yg membuat anak bergerak, berbicara dan berkomunikasi dan menulis sesuai materi dasar yg dia kuasai.

Namun dmkn upaya ortu n guru tidak mampu menyebabkan kemampuan berpikirnya mjd naik ke level rata2 atau di atas rata hanya saja mampu memmbuat dia mampu memahami kemampuan dasar dan mengaplikasikannya dlm kehidupan sehari2 utk masa depannya. Shg materi yg diberikan kaitkan dengan kerja atau praktek.
Dmkn bu smoga bmanfaat ya✅

2⃣ Oke lanjut y, ke pertanyaan ke2
Dari bunda irma:

Bagaimanakah kriteria sebuah Play group dan TK yg memiliki standar penanganan ABK yg baik, Bu? Hatur nuhuun.
2⃣ Perlu saya tambahkan dlm diskusi ini, semestinya setiap sekolah formal maupun non formal memiliki landasan filosofi inklusi bukan sekedar label sekolah inklusi, artinya filosofi inklusi yakni sekolah yg menerapkan pendidikan yang berkemanusiaan dan berkeadilan. Setiap anak memiliki hak yang sama dalam hal pendidikan tmsk ABK.
Setiap manusia itu produk ciptaan Allah SWT yg Maha Sempurna shg tidak berhak kita mengatakan mereka adl anak cacat. Sekolah yg baik yakni sekolah dg filosofi inklusi dan menerapkannya meski dlm proses bertahap.
Ciri2nya adl 1. tidak ada tes apapun apalagi tes inteligensi yg mhasilkan IQ, penerimaan siswa berdasarkan kuota dan kesamaan visi misi sekolah n ortu. 2. Kelas dlm kelompok kecil 1 guru 10 anak reguler utk jenjang KB atau TK, jika ada ABK maka 1 ABK 1 guru shadow shg dlm 1 kelas ada 2 guru. 3. Ada pendampingan psikolog yg mampu membantu sekolah untuk mendiagnosa jenis ABK siswa serta memberikan pendampingan bagi guru kelas maupun shadow teacher dlm penanganan dan pembuatan rencana pembelajaran siswa ABK. 4. Lakukan program parenting atau pendidikan bagi ortu n guru secara berkelanjutan atau konsisten. Dmkn bunda irma semoga bermanfaat ✅

3⃣ Lanjut ke pertanyaan ke3 yaa

dalam prinsip pemilihan strategi pembelajaran ABK disebutkan ada: sesuai tanggal lahir, itu maksudnya gimana bu vivi?
#atus
3⃣ Usia kronologis anak adl usia yang dihitung sesuai kelahirannya. Namun pada anak2 down syndrome atau anak tuna grahita atau anak yg mengalamai keterlambatan mental (mentally retarded) memiliki usia mental atau kemampuan berpikir jauh di bawah usia kronologisnya. Usia mental dapat diketahui dengan memberikan tes inteligensi baku menggunakan skala stanford binet yg hy dilakukan oleh psikolog. Contoh kasus pada anak yg saya tangani. hasil tes inteligensi IQ 50 dengan usia mental 3 tahun padahal usia kronologis anak 7 tahun. Jadi anak lahir di tahun 2008 saat ini tahun 2015 dites hasilnya spt itu. Maka anak akan terindikasi mengalami keterlambatan dlm memahami materi pelajaran shg mbutuhkan strategi penanganan dan pembelajaran khusus dlm kelas inklusi.
Tujuan inklusi adalah agar anak2 ABK mampu memodelling teman2nya yg standar rata2 shg ABK dpt belajar berpikir, menggunakan emosi dan berperilaku di lingkungan sosialnya atau memiliki kemampuan adaptasi.. dmkn bu atus smoga bmanfaat juga ✅

4⃣ Lanjut ke pertanyAan selanjutnyaa

Dari dian di jogja....bu vivi,kbtulan sy suka dunia peksos(pekerja sosial)  dimana sering menjumpai anak ABK pd keluarga sangat miskin..anak2 ini krn kondisi kluarga dn ligkungan smkin termarginalkan,tdk bisa skul,drumah jg tdk ada yg bs mndidik,mau skul di SLB juga tkendala transportasi...terus terang, kdg sy mrasa buntu hrus dibagaimanakan mereka agar bisa mandiri kedepannya...
Banyak diantara anak2 ABK itu akhirnya "ditangkap" oleh yayasan non islam dan dididik ala mereka. Smntr dari kita untuk "ngopeni" mereka sgt sedikit sekali yg tgerak,kala lelah sy sering muncul prasangka negatif apa mgkin krn ABK tidak potensial apa ya jadi tidak mau mendekat...
4⃣ Subhanallah mbak/bu dian di jogja..saya salut dengan njenengan..namun saya juga miris krn mmg umat muslim msh kurang peduli dengan mendidik ABK, bisa jadi krn faktor penyandang dana bagi anak2 tsb. Krn ABK sangat mbutuhkan terapi dan bbg peralatan terapi yg lengkap n srg biaya mahal. Namun saya memiliki teman muslim yg berjuang mengumpulkan n mendidik ABK dr kalangan tak mampu dan gratis. Teman saya awalnya berjuang sendiri saat sdh mulai byk muridnya ia menunjukkan prestasi ABK didikannya serta mjual bbrp produk karya mereka untuk mendapatkan donatur berupa dana maupun alat. Jadi jiak mbak dian ingin mencoba silahkan mbak dimulai, nanti insya allah akan ada kekuatan dan jalan dari Allah SWT. Mbak dian dpt berkomunikasi dg teman saya tsb jika mmg ddibutuhkan namanya di facebook : andreina marcelina.
Semangat ya mbak, smoga penjelasan saya bmanfaat ✅

5⃣ Lanjut yaaa k pertanyaan dari mba aske
Dalam membimbing dan mendidik ABK.. biasanya diperlukan kesabaran dan pengolahan emosi yang sangat baik dari pengajar/pendidik. Bagaimana tips dan trik untuk bisa manajemen emosi yang baik untuk pendidik
5⃣ Mbak aske, mendidik anak baik itu yg reguler maupun ABK wajib memiliki modal utama kemauan yg kuat untuk selalu belajar agar hati lebih terbuka dan mampu melakukan perubahan ke arah yg lbh baik n berkembang. Belajar dpt dilakukan dengan membaca buku2, membaca keaguangan ciptaan Allah SWT,mendengarkan acara yg bermanfaat, serta bertanya atau berdiskusi yg bermanfaat salah satunya melalui diskusi wa di grup hsmn ini.
Anak dpt menjadi anugrah, amanah namun sekaligus ujian bagi orang tua kandungnya maupun orang tua kedua yakni guru di rumah. Dan stp diri akan dimintai pertanggungjwbn atas amanah tsb dan dinilai kelulusan ujiannya oleh Allah SWT. Dmkn jwbn saya scr mendasar, smoga dpt dipahami n bermanfaat ya mbak aske...✅
Maaf ralat : orang tua kedua yakni guru di sekolah..

6⃣ Pertanyaan terakhir yaa

bagaimana dg anak yg kurang kasih sayang dan perhatian ortunya,terus sekarang usia 8 tahun tapi masih seperti anak dg umur di bawahnya,ga mudengan,dll apa masuk berkebutuhan khusus juga,apa yg sebaiknya di lakukan ortu nya?
terus anaknya masih suka ngompol,ga mau tidur sendiri,masih suka cari perhatian,dll
6⃣ Untuk mendeteksi kebutuhan khusus ibu perlu konsul lsg ke psikolog spy dilakukan obsrvasi dan wawancara yg mendalam thd anak n ortu serta diberikan bbrp tes psikologi untuk mendeteksi ABK anak tsb.

(BERSAMBUNG . . . )

Jumat, 17 April 2015

Share catetan acara parenting Quran kmrn. sesi Ustadzah Dewi Rafikah (Umi Ika)

"Mengajarkan Al Quran kepada anak-anak adalah salah satu pilar islam, sehingga mereka bisa tumbuh di atas fitrah"... As suyuthi

��menanamkan rasa cinta Anak pada Al Quran �� ��
��Aisyah bisa menghafal, di awal nya ditanamkan... "Klo sayang sama Abi-umi, mau tidak ngasih mahkota �� ke abi-umi �� di syurga?"
��klo mw bakti sm ortu, ngafalin Al Quran
1⃣ keteladanan
��keteladanan dari orang tua sngat penting. Orang tua jangan hanya nyuruh anak bwt hafal, tp dicontohkan caranya.
��Aisyah pertama kali belajar Al Quran tdk belajar iqra dulu atau qiraati. Ustadzah (umi nya) langsung mentalaqqikan Al Quran sambil melihat Al Quran nya.
��contoh : 'amma. Trus dibaca hingga 20 kli sambil dihitungin. Terus, ditutup Qurannya. Terus ditambah yatasaa aluun. Dst. Lama-kelamaan anak akan punya filling sendiri klo ada tasydid ditahan dst.
��teladan lingkungan sekitar jg diperlukan
��tontonan : pilih film edukasi dg berbahasa arab. Murattal Quran. Lagu b. Arab... Ajarkn anak menghafal seindah nyanyian
2⃣ bercerita kisah-kisah Al Quran. Agar ketika menghafal ayat tersebut. Ingat ceritanya.
Co/ ustadzah cerita tentang pembunuhan kakak beradik Qabil-habil ��. Krna sang ummi pintar mendramatisir, anak2 nangis ����. Terus aisyah peluk adik nya dn bilang kita g boleh kayak qabil-habil yaaa.. Ga boleh berantem
3⃣ sabar dalam menghadapi anak ��
4⃣ pemberian penghargaan u/motivasi anak
��ustadzah pake buku mutabaah ��dn dinilai setiap setoran. Kalo lancar ��
��klo hafal 1 halaman: beli es krim ������
�� klo hafal 1 juz: ajak jalan2 kayak berenang
5⃣ menggunakan kata2 semangat untuk mengarahkan anak cinta Al Quran
""Saya Cinta Al Quran "
6⃣ menggunakan sarana menghafal yg inovatif
��rekam hafalan anak. Anak suka ngedengerin hafalannya terus ditunjukin ke nenek, paman dll
��videoin ketika anak menghafal
7⃣ memilih waktu yg tepat u/ menghafal Al Quran.
�� nambah
��murajaah
8⃣ membuat anak-anak sayang dengan kita. Tunjukan rasa sayang anak pd kita.
��ustadzah suka minta disimakin sm anak nya. Tp setiap umi nya salah satu, harus bayar 1000��

��Tips��
��Pendidikan usia kandungan��
1⃣ membacakan langsung ke perut. Baca lambat. Diulang-ulang
2⃣ kasih jadwal rutin. Sehari 2 kali
3⃣ memperdengarkan murattal
4⃣ berdoa

��usia emas ��
1⃣ goldwn age tdk bisa diulang
2⃣ kemampuan otak anak meningkat

⭐Caranya ⭐
�� mengajarkan surat2 pendek
�� jangan targetkan banyak hafalan, yg penting tajwid benar
�� harus sering ditalqinkan. Seperti ketika Rasul menerima wahyu ditalqinkan oleh malaikat jibril
��masukkan anak ke komunitas Al Quran
�� merekam dn memvideo anak ketika menyetor hafalan

"Menjadi penghafal Al Quran dn mendidik buah hati menghafal Quran butuh kesabaran bsar, PLUS KARUNIA Allah. Bnyak doa agar dipermudah dl setiap ibadah.

"Orang tua tidak harus seorang hafizh ketika mengajarkan Anak mengahafl Quran... Yg dibutuhkn adalah kecintaan orang tua terhadap Al Quran. Seperti musa yg 5th hafizh. Orang tua nya tdk hafal quran, tp punya kecintaaan yg sangat dalam pada Al Quran.

Semoga manfaat ������

Dishare oleh mba yani
Group Home Schooling Muslim Nusantara 11

Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus

RESUME DISKUSI GROUP 2- HS Muslim Nusantara

Jum'at, 17 April 2015
pukul: 13.30-15.30
Tema : Pembelajaran Pada Anak Berkebutuhan Khusus
Narasumber: Dyah Indah Noviyani, S.Psi, MPsi
Moderator: Marinta
Notulen: Atus

��Data Diri Narasumber��
Nama lengkap saya Dyah Indah Noviyani, SPsi, MPsi spy lbh akrab silahkan panggil saya Bunda atau Bu Vivi krn mmg saya sdh ibu2 dg 4 anak. Saya lulusan S1 Psikologi Undip dan S2 Psikologi UI. Tahun lalu bln nov saya resmi melepaskan status PNS saya sbg dosen di Psikologi Unnes. Saya fokus pada anak2 saya yg msh usia dini serta mengelola kursus dan paud plus day care serta biro psikologi.. silahkan bisa add facebook saya dg ketik nama lengkap saya

�� Pendahuluan ��
Pembahasan siang ini mengenai pembelajaran anak berkebutuhan khusus akan saya bagi mjd 2 point utama :
1. DEFINISI Anak Berkebutuhan Khusus dan JENIS2 kebutuhan khususnya

➡ABK adalah anak yang memiliki kondisi dan kebutuhan yang khusus secara fisik, emosi, sosial ataupun intelektual di bawah atau di atas standar rata2 anak pada umumnya yg  disebabkan adanya faktor hambatan/ gangguan fisik atau klinis shg membutuhkan program penanganan atau pendidikan yang individual agar mampu beradaptasi di lingkungan sosialnya..

Jenis ABK sesuai hambatannya
1.1. FISIK : tuna rungu, tuna wicara, tuna netra,tuna daksa atau cacat fisik,  tuna ganda
1.2. Emosi n sosial : autis, ADHD
1.3. Intelektual : keterlambatan mental atau anak dengan IQ dibawah 70, kesulitan belajar yakni disleksia, disgrafia, diskalkulia

2. PRINSIP2 PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN, langkah dlm pemilihan strategi pembelajaran serta strategi pembelajaran untuk ABK

2.1. Prinsip2 pemilihan strategi pembelajara ABK : tingkat keparahan gangguan yang dimiliki anak, tingkat usia kronologis atau sesuai tanggal kelahiran
2.2. Langkah2 dlm pemolihan strategi pembelajaran : identifikasi atau temukenali ciri2 atau atribut perilaku yg menjafi hambatan atau gangguan utama nya, tentukan tujuan pembelajarannya, pilih strategi yg tepat bg anak, pemilihan media pembelajaran, tes atau uji strategi dan materi pembelajaran, evaluasi penampilan perilakunya. Penentuan tujuan pembelajaran hrs dalam bentuk perilaku konkriy yg dpt diamati, harus memenuhi kebutuhan anak, dijabarkan dlm langkah2 sederhana serta dikaitkan pulautk tujuan yg lbh luas spt mengasah life skill nya.
Faktor2 yg perlu diperhatikan dlm memilih strategi pembelajatan ABK : strategi harus dimulai dari tingkat kemampuan dasar anak yg paling dikuasainya saat ini, harus menjamin tercapainya tujuan pembelajaran, harus merangsang smua indera n fisik anak, dilaksanakan scr bertahap melalui langkah2 kecil, hrs ada penyesuaian antara ciri atau atribut dengan tujuan pembelajaran bagi ABK ..
Demikian prolog semoga bermanfaat.

❓❓ Sesi Tanya - Jawab ����

1⃣ Pertanyaan dari bunda akmalia
Aslkm.sblm nya mhn maaf dl kmrn ikt promo tp ga bs jd mod..��.ana ngajar.ini smbl istrht.ibu..minta tips utk qita dampungi ank yg DS bagaimana ya?ana ngajar ank ABK dn siswa ana ada yg CP jg.ana ngjr br 10 thn pgang ank Abk.tp utk DS  knapa hawanya br sbntr mengantuk ya bu?mngkn ada tips.jazakillah.
1⃣ Yg mengantuk gurunya ya atau muridnya?

Iya bun sy jd trhanyut ngantuk tiap sesi ank DS.mski br 15 mnt.tp klo.lnjt gnti jam ank lain seger

Anak DS termasuk anak yg mengalami keterlambatan mental shg memiliki IQ atau kemampuan berpikir yang jauh dibawah standar rata2. Anak2 ini terindikasi sejak lahir mmg sdh memiliki kualitas myelin atau lapisan sel otak yg tipis dan cabang atau sinaps sel otak yg sedikit. Nah ortu n guru mampu mempertebal lapisan n memperbanyak sinaps otak dengan cara beri stimulasi di semua bagian otaknya mulai dari otak pusat bahasa, otak pengaturan emosi serta otak pusat berpikir atau analisa. Dengan cara beragam strategi yg membuat anak bergerak, berbicara dan berkomunikasi dan menulis sesuai materi dasar yg dia kuasai.

Namun dmkn upaya ortu n guru tidak mampu menyebabkan kemampuan berpikirnya mjd naik ke level rata2 atau di atas rata hanya saja mampu memmbuat dia mampu memahami kemampuan dasar dan mengaplikasikannya dlm kehidupan sehari2 utk masa depannya. Shg materi yg diberikan kaitkan dengan kerja atau praktek.
Dmkn bu smoga bmanfaat ya✅

2⃣ Oke lanjut y, ke pertanyaan ke2
Dari bunda irma:

Bagaimanakah kriteria sebuah Play group dan TK yg memiliki standar penanganan ABK yg baik, Bu? Hatur nuhuun.
2⃣ Perlu saya tambahkan dlm diskusi ini, semestinya setiap sekolah formal maupun non formal memiliki landasan filosofi inklusi bukan sekedar label sekolah inklusi, artinya filosofi inklusi yakni sekolah yg menerapkan pendidikan yang berkemanusiaan dan berkeadilan. Setiap anak memiliki hak yang sama dalam hal pendidikan tmsk ABK.
Setiap manusia itu produk ciptaan Allah SWT yg Maha Sempurna shg tidak berhak kita mengatakan mereka adl anak cacat. Sekolah yg baik yakni sekolah dg filosofi inklusi dan menerapkannya meski dlm proses bertahap.
Ciri2nya adl 1. tidak ada tes apapun apalagi tes inteligensi yg mhasilkan IQ, penerimaan siswa berdasarkan kuota dan kesamaan visi misi sekolah n ortu. 2. Kelas dlm kelompok kecil 1 guru 10 anak reguler utk jenjang KB atau TK, jika ada ABK maka 1 ABK 1 guru shadow shg dlm 1 kelas ada 2 guru. 3. Ada pendampingan psikolog yg mampu membantu sekolah untuk mendiagnosa jenis ABK siswa serta memberikan pendampingan bagi guru kelas maupun shadow teacher dlm penanganan dan pembuatan rencana pembelajaran siswa ABK. 4. Lakukan program parenting atau pendidikan bagi ortu n guru secara berkelanjutan atau konsisten. Dmkn bunda irma semoga bermanfaat ✅

3⃣ Lanjut ke pertanyaan ke3 yaa

dalam prinsip pemilihan strategi pembelajaran ABK disebutkan ada: sesuai tanggal lahir, itu maksudnya gimana bu vivi?
#atus
3⃣ Usia kronologis anak adl usia yang dihitung sesuai kelahirannya. Namun pada anak2 down syndrome atau anak tuna grahita atau anak yg mengalamai keterlambatan mental (mentally retarded) memiliki usia mental atau kemampuan berpikir jauh di bawah usia kronologisnya. Usia mental dapat diketahui dengan memberikan tes inteligensi baku menggunakan skala stanford binet yg hy dilakukan oleh psikolog. Contoh kasus pada anak yg saya tangani. hasil tes inteligensi IQ 50 dengan usia mental 3 tahun padahal usia kronologis anak 7 tahun. Jadi anak lahir di tahun 2008 saat ini tahun 2015 dites hasilnya spt itu. Maka anak akan terindikasi mengalami keterlambatan dlm memahami materi pelajaran shg mbutuhkan strategi penanganan dan pembelajaran khusus dlm kelas inklusi.
Tujuan inklusi adalah agar anak2 ABK mampu memodelling teman2nya yg standar rata2 shg ABK dpt belajar berpikir, menggunakan emosi dan berperilaku di lingkungan sosialnya atau memiliki kemampuan adaptasi.. dmkn bu atus smoga bmanfaat juga ✅

4⃣ Lanjut ke pertanyAan selanjutnyaa

Dari dian di jogja....bu vivi,kbtulan sy suka dunia peksos(pekerja sosial)  dimana sering menjumpai anak ABK pd keluarga sangat miskin..anak2 ini krn kondisi kluarga dn ligkungan smkin termarginalkan,tdk bisa skul,drumah jg tdk ada yg bs mndidik,mau skul di SLB juga tkendala transportasi...terus terang, kdg sy mrasa buntu hrus dibagaimanakan mereka agar bisa mandiri kedepannya...
Banyak diantara anak2 ABK itu akhirnya "ditangkap" oleh yayasan non islam dan dididik ala mereka. Smntr dari kita untuk "ngopeni" mereka sgt sedikit sekali yg tgerak,kala lelah sy sering muncul prasangka negatif apa mgkin krn ABK tidak potensial apa ya jadi tidak mau mendekat...
4⃣ Subhanallah mbak/bu dian di jogja..saya salut dengan njenengan..namun saya juga miris krn mmg umat muslim msh kurang peduli dengan mendidik ABK, bisa jadi krn faktor penyandang dana bagi anak2 tsb. Krn ABK sangat mbutuhkan terapi dan bbg peralatan terapi yg lengkap n srg biaya mahal. Namun saya memiliki teman muslim yg berjuang mengumpulkan n mendidik ABK dr kalangan tak mampu dan gratis. Teman saya awalnya berjuang sendiri saat sdh mulai byk muridnya ia menunjukkan prestasi ABK didikannya serta mjual bbrp produk karya mereka untuk mendapatkan donatur berupa dana maupun alat. Jadi jiak mbak dian ingin mencoba silahkan mbak dimulai, nanti insya allah akan ada kekuatan dan jalan dari Allah SWT. Mbak dian dpt berkomunikasi dg teman saya tsb jika mmg ddibutuhkan namanya di facebook : andreina marcelina.
Semangat ya mbak, smoga penjelasan saya bmanfaat ✅

5⃣ Lanjut yaaa k pertanyaan dari mba aske
Dalam membimbing dan mendidik ABK.. biasanya diperlukan kesabaran dan pengolahan emosi yang sangat baik dari pengajar/pendidik. Bagaimana tips dan trik untuk bisa manajemen emosi yang baik untuk pendidik
5⃣ Mbak aske, mendidik anak baik itu yg reguler maupun ABK wajib memiliki modal utama kemauan yg kuat untuk selalu belajar agar hati lebih terbuka dan mampu melakukan perubahan ke arah yg lbh baik n berkembang. Belajar dpt dilakukan dengan membaca buku2, membaca keaguangan ciptaan Allah SWT,mendengarkan acara yg bermanfaat, serta bertanya atau berdiskusi yg bermanfaat salah satunya melalui diskusi wa di grup hsmn ini.
Anak dpt menjadi anugrah, amanah namun sekaligus ujian bagi orang tua kandungnya maupun orang tua kedua yakni guru di rumah. Dan stp diri akan dimintai pertanggungjwbn atas amanah tsb dan dinilai kelulusan ujiannya oleh Allah SWT. Dmkn jwbn saya scr mendasar, smoga dpt dipahami n bermanfaat ya mbak aske...✅
Maaf ralat : orang tua kedua yakni guru di sekolah..

6⃣ Pertanyaan terakhir yaa

bagaimana dg anak yg kurang kasih sayang dan perhatian ortunya,terus sekarang usia 8 tahun tapi masih seperti anak dg umur di bawahnya,ga mudengan,dll apa masuk berkebutuhan khusus juga,apa yg sebaiknya di lakukan ortu nya?
terus anaknya masih suka ngompol,ga mau tidur sendiri,masih suka cari perhatian,dll
6⃣ Untuk mendeteksi kebutuhan khusus ibu perlu konsul lsg ke psikolog spy dilakukan obsrvasi dan wawancara yg mendalam thd anak n ortu serta diberikan bbrp tes psikologi untuk mendeteksi ABK anak tsb.

(BERSAMBUNG . . . )