Sabtu, 06 Juni 2015

sekelumit kisah tentang Ali Bin Abi Thalib

����������������������

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Bunda-bunda solihat... tema diskusi kita hari ini adalah
��Tema Bebas��

Mari ditentukan bersama dengan anggota kelompok yang lain...

Sementara itu.. masih penasarankah dengan tema diskusi kemarin?

Berikut adalah sekelumit kisah tentang Ali Bin Abi Thalib

����������������������
Ali Bin Abi Thalib R.A
����������������������

Ali Bin Abi Thalib adalah termasuk diantara 10 Sahabat Nabi yang paling awal masuk Islam sekaligus dijamin masuk surga oleh Nabi dalam satu hadits. Ali bin Abi Thalib adalah sepupu Rasulullah sekaligus yang pertama kali masuk Islam dari kalangan pemuda. Saat masuk Islam, usia beliau masih 10 tahun (atau 8 tahun dalan riwayat yang lain)

Ali adalah seorang yang zuhud dan sederhana. Ia tidak senang pada kemewahan hidup, bahkan menentangnya. Ali Bin Abi Thalib adalah perwira yang cerdas, tangkas, teguh pendirian, dan pemberani. Tidak ada yang meragukan keperwiraannya. Berkat keperwiraannya tersebut, Ali mendapat julukan Asadullah yang artinya 'singa Alloh'.

Pada saat Rasulullah SAW Wafat, ketika kaum Muslimin hendak memilih khalifah pengganti Rasulullah SAW , Ali bin Abi Thalib lebih memilih mengikuti kesepakatan kaum muslimin untuk membait Abu Bakar sebagai khalifah pengganti Rasulullah. Ia ridha berada dalam bai'at tersebut dan begitu memuliakan sahabat seniornya tersebut. Begitu pula dengan Abu Bakar, yang juga begitu memuliakannya.

������Khalifah Keempat

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu adalah khalifah keempat dari Khulafaurrasyidin, sebuah estafet kepemimpinan yang selau berada dalam petunjuk dan hidayah. Ali bin Abi Thalib melanjutkan tongkat kepemimpinan para pendahulunya Abu Bakar Ash- Shiddiq, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhum. Kepemimpin yang tegak atas baiat kaum muslimin, yang berjanji setia dan ridha untuk melanjutkan risalah dakwah yang diemban oleh Rasulullah.

Karena ketegasannya, ia tidak segan-segan mengganti pejabat gubernur yang dinilainya tidak benar mengurusi kepentingan umat Islam.

Selain ia dikenal sebagai panglima pemberani yang ahli dalam perang tanding, beliau juga ahli dalam bidang fikih, ahli hikmah, sekaligus ahli strategi pemerintahan. Ali merupakan sosok pemimpin yang petunjuk, ucapan, dan perbuatannya
banyak diikuti oleh kaum Muslimin dalam kehidupan mereka. Perjalanan hidupnya menjadi sumber kekuatan iman, lurusnya kasih sayang, dan sahihnya pemahaman
beragama.

������Kelompok yang Mengagungkan Sahabat Ali Secara Ekstrim (Ghuluw)--Syiah Rafidhah

Posisinya sebagai kerabat Rasulullah, membuat sebuah kelompok yang menganggapnya sebagai khalifah yang berhak menggantikan kepemimpinan Rasulullah. Bahkan ada yang mengagung-agungkannya secara ekstrem (ghuluw) sebagaimana dilakukan oleh kelompok Syiah Rafidhah. Sehingga , kini beredar hadis-hadis daif dan maudhu (palsu) yang berhubungan dengan Ali bin Abi Thalib, terutama hadis-hadis yang berkaitan dengan kepemimpinan pascawafatnya Rasulullah SAW. Hadits-hadits palsu tersebut memuat kebohongan-kebohongan dan kekeliruan paham serta keyakinan dari kelompok Syiah Rafidhah yang bersikap berlebih-lebihan terhadap Ali bin Abi Thalib, bahkan menempatkannya seolah-olah seperti Tuhan.

������Belajar dari Sosok Ali Bin Abi Thalib

Kita dapat belajar dari sosok Ali mengenai fikihnya dalam berinteraksi dengan sunah-sunah Rasulullah dan petunjuk-petunjuk terbaiknya, kedekatannya dengan
Alquran dan mengikuti petunjuk Rasul-Nya, pentingnya rasa takut kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, mencari apa yang ada di sisi-Nya demi kesuksesan dunia dan akhirat, dan pengaruh dari nilai-nilai ini semua dalam kehidupan umat Islam dan kebangkitan mereka, serta peran mereka dalam mendukung dan mengemban misi peradaban.

Ralika
HSMN.TimTemaDiskusi@gmail.com

Sumber:

��Ash-Shalabi,Ali Muhammad, Prof. Dr. Biografi Ali bin Abi Thalib.Pustaka Al-Kautsar.www.kautsar.co.id/mobile/read/book/192/biografi-ali-bin-abi-thalib/ Diakses 28 Mei 2015

��https://m.facebook.com/permalink.php?id=164021043737797&story_fbid=436896019693306

��http://m.arrahmah.com/kajian-islam/ustadz-budi-ashari-lc-pantas-mereka-takut.html

��http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/13/09/08/msrmzr-saat-kebohongan-tentang-ali-bin-abi-thalib-terungkap

��http://m.marketingalitishom.com/news/21/Sejarah-Khulafaur-Rasyidin-Abu-Bakar-Umar-Usman-Ali-ra

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
〰〰〰  HSMN  〰〰〰
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��facebook.com/hsmuslimnusantara

��FP: Seminar Menuntun Anak Menyongsong Surga

��FB: Seminar MAMS (HS Muslim Nusantara)

�� instagram: @hsmuslimnusantara

�� twitter: @hs_muslim_n

�� web:
hsmuslimnusantara.org

Ikuti Seminar menuntun Anak Menyongsong Surga. 30 Mei 2015. Gd.Indosat pusat.Jakarta. Mau beriklan di seminar? Masih bisa... ditunggu sampai hari ini
����������������������

Mari kita bersama berbagi manfaat dan hikmah yang telah Alloh SWT beri...

Tentang Sahabat Ali Bin Abi Thalib RA

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Bunda-bunda solihat... tema diskusi kita hari ini adalah

'Tentang Sahabat Ali Bin Abi Thalib RA.'

Ali Bin Abi Thalib RA termasuk dari 10 Sahabat Nabi yang paling awal masuk Islam sekaligus dijamin masuk surga oleh Nabi dalam satu hadits. Usianya ketika masuk Islam adalah masih sangat belia yaitu 10 tahun.

Bagaimana kisahnya?

Apa saja kontribusinya untuk Islam?

Apa yang bisa diteladani buah hati kita dari sahabat Ali?

Adakah bunda-bunda yang hendak berbagi tentang ini?

Yuuk mari kita diskusikan bersama....

Mari berbagi hikmah dan manfaat yang telah Alloh beri...

Ralika
HSMN.TimTemaDiskusi@gmail.com

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
hsmn
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
facebook.com/hsmuslimnusantara

FP: Seminar Menuntun Anak Menyongsong Surga

FB: Seminar MAMS (HS Muslim Nusantara)

instagram: @hsmuslimnusantara

twitter: @hs_muslim_n

web:
hsmuslimnusantara.org

Ikuti kuis di medsos HSMN. Dapatkan tiket Seminar Senilai Rp.375.000,- Seminar menuntun Anak Menyongsong Surga. 30 Mei 2015. Gd.Indosat pusat.Jakarta.

Move on yuk

����RESUME DISKUSI GROUP HSMN 8����

⏰Jum'at, 22 mei 2015 jam 14.30-16.30 BBWI
��Bu Dyan
��Tema : move on Yuuk
��Moderator : Bu Afita
��Notulen : Bu Rini Janvier

�� PROFIL NARASUMBER
Nama lengkap: Dhian Fatmasari, S.S, C.ht
Alumni: UNDIP
Profesi: penulis, Trainer, KepalaSekolah, Pengusaha
Motto: Do The Best and Let God Do The Rest
Visi: Writer - Trainer- speaker yang menginspirasi 25 juta pemuda dan remaja di seluruh Indonesia 2020
Jumlah anak:  5 orang

��PROLOG��

Assalamu'alaikum. ...
Sy Dhian 'Motivateen' Fatmasari ... penulis buku Move ON Nggak Pake Lama ( On 4 Teens )....
Kesempatan sore ini sy akan berbagi ttg 4 ON for parents....
On yg pertama VISION
Nggak perlu dijelaskan ya ttg definisi sy yakin ibu2 semua sdh paham. Yg perlu sy garis bawahi, vision ini bukan vision seperti di perusahaan2. Vision pd remaja hanya u memastikan remaja punya arah. Fenomena remaja2 alay krn mereka tdk dibiasakan u punya life plan or vision. Bagaimana tips membangun visi pd remaja ? Nanti kita detailkan saat diskusi yaa........
Yg kedua, ACTION....
Bagaimana caranya membuat remaja berkomitmen pd visi dan mau melakukan action yg strategis dan terarah ? Kalau kata Anthony Robbins,  tdk ada manusia yg malas yg ada hanyalah tujuan atau visi yg lemah, yaitu tujuan yg tdk menginspirasi. So, pastikan visi yg dibuat remaja adalah visi yg bener2 'gw banget'...itu akan membangun kesadaran pribadinya...shg akan jauh lebih mudah u memastikan mereka on the track.
Ketiga, PASSION...steve job dlm pidatonya yg masyhur mengatakan....cintai apa yg kamu lakukan dan lakukan apa yg kamu cintai....Kalau ingin mjd extraordinary, pastikan kita hny melakukan hal2 yg luar biasa. Dan u melakukan action yg luar biasa, bahan bakar yg utama adalah passion
U mengenal dng akurat apa passion anak2 kita, ada 3 cara. Cara yg pertama, dng observasi manual. Amati pd aktifitas apa anak2 kita enjoy bingits...dan mungkin akan tertemu lbh dr 1 aktifitas. It's ok....krn msh ada saringan kedua, yaitu amati lg...dr sekian banyak aktifitas favoritnya tsb mana yg kemampuannya makin tumbuh. Dan terakhir, diantara sekian aktifitasnya yg bertumbuh, mana yg mendapat pengakuan dr org lain. Nah, berdasarkan 3 saringan tsb, besar kemungkinan itulah passion anak2 kita.
Cara kedua dng menyertakan anak2 kita pd test yg dilakukan scr tertulis. Cara ini tingkat akurasinya lbh baik dibanding cara pertama, tp msh ada kelemahannya. Karena based on paper, mood pelaku sangat menentukan hasil. Kalau lg mood, besar kemungkinan hasil nya oke...tp kalau lg nggak mood...wah hasilnya bisa kacau balau. Nah, yg paling akurat itu finger test. Ada banyak merk di luar sana, sila dipilih yg paling pas.
Keempat, collaboration. ..kura2 dan kelinci kalau hanya sibuk bersaing, mereka akan mjd lelah...tp bila kura2 dan kelinci berkolaborasi, mereka akan  mjd tim yg luar biasa dan memperoleh kepuasan yg lebih besar.
Means......tdk ada satu org hebat pun yg bisa sukses sendirian. Sekarang bukan lg era nya superman, tp skrg eranya the avangers....ada hulk, ada iron man, ada thor...��...makanya luky ( musuhnya the avangers ) gampang kalah...wong sendirian....he he he....
U pengantar cukup sekian, kita tajamkan melalui diskusi. ..
Saya tambahkan sedikit.....semua yg sy sampaikan di atas terutama u remaja nggih....
Tambahan pula u collaboration. ... kalau mau remaja yg mudah berkolaborasi, pastikan kita berkomunikasi dng cara2 yg kondusif u menjaga self esteem mereka. Pengalaman sy, remaja dng self esteem rendah lah yg mudah terbawa arus negatif.✅

1⃣Afita Risdiarti: Menunggu pertanyaan dari bunda2 yg lain saya mau nanya bu..pada usia brp minimal kita persiapkan anak2 agar kelak mrk mudah menentukan visi hidupnya..serta langkah2 apa yg bisa ortu lakukan ntuk menstimulasinya..
Jzk khoir bu

Jawab :
Pertanyaan yg menarik bunda afita.
Menurut sy, tdk ada anak yg terlalu kecil atau terlalu muda u kita kenalkan dng visi. Sekali lagi, makna visi bukan seperti di perusahaan2 ya...tp lbh seperti tujuan atau cita2. Sy pribadi memang mengenalkan ttg visi sejak anak2 sy bisa berkomunikasi ( +- 2 tahun ). Semuanya....termasuk yg paling kecil, yg belum genap 2 tahun. Dan itu memudahkan sy u mengarahkan aktifitas mereka atau saat mereka 'melenceng'.
Dan ada story yg cukup menarik dr kisah hidupnya org2 sukses, co : muhamad al fatih, tiger wood, michael jordan. Ortu mereka sdh menanamkan visi sejak mereka blm bisa berjalan.
Tinggal action kita sbg ortu spy remaja atau anak2 bs konsisten.......✅

2⃣Pertanyaan lanjutan bu dari mbak zulaiha..
Bisa dicontohkan visi untuk usia 2 tahun bahkan kurang dari itu, seperti apa sich contohnya,,!!
Jazakillah

Jawab :
Terima kasih, mb zulaiha..
Alhamdulillah sy sdh tahu potensi dasar nya anak2, melalui 3 cara yg sdh sy sampaikan di atas nggih ( di bag passion ). So, secara mendasar sy tahu kekuatan2 utama anak2 sy. Berdasarkan itulah sy memetakan anak2. Yg sy lihat potensi terbesarnya pd kepemimpinan, ya sy arahkan u menjadi pengusaha....atau dia suka menyebut dirinya adalah CEO kaliber internasional.....yg suka baca, sy arahkan pd dunia penelitian atau ilmuwan. Itu yg sy lakukan.
Pd kisah Muhammad al fatih,  ayahnya setiap hari sambil menggendong al fatih menunjukkan benteng konstantinopel dan menceritakan ttg sabda Rasul yg sangat populer itu. Pd tiger wood, sejak usia 9 bulan ayahnya memeragakan cara bermain golf sambil menjelaskan semua detail ttg golf. Sejak usia 3 tshun, wood sdh dilatih oleh pelatih profesional. ✅

3⃣Pertanyaan berikut dari mbak rita..
Bgmn menanamkan visi untuk anak 4 tahun dan media apa yg kita butuhkan untuk mrlakatksn visi mereka k dlm sanubarinya, sehingga apspun rintangannya mereka berkomitmen untuk meraih visi mereka.
Misal anak saya arahkan untuk menjadi penyanyi, krn suka menyanyi��

Jawab :
Mb rita.....
Passion nya ananda memang menyanyi kah ?
Kenali dan pastikan dulu, apa passion nya ananda....
So, mengarahkannya itu bisa natural dan smooth. Seperti pemahat itu lhoo...mereka ikuti garis kayu nya khan...tdk memotong jalur....✅

4⃣Pertanyaan dari ummu fathiya
Bu, saya mau tanya :
1. Pada poin ke tiga, ada istilah " finger tes" apasih artinya yang lebih mudah dipahami?
2. Tadi juga telah du sebutkan " pastikan kita berkomunikasi dengan cara2 yang kondusif untuk menjaga SELF ESTEEM mereka" maksudnya apa Bu?
3. Pada poin ke empat, KOLABORASI yang di maksud itu seperti apa? Apakah kolaborasi anak dengan anak atau anak dengan orangtua atau kolaborasi yang seperti apa??
'afwan, banyak sekali yang di tanyakan,, jazakillah

Jawab :
1. Finger test adalah test sidik jari. Ada banyak merk yg menawarkan test sidik jari u tahu lbh akurat potensi dan passion ananda.

2.Maksudnya....berkomunikasi yg menjaga ' hargadiri' anak. Caranya :
> Fokus pd hal2 positif yg dimiliki ananda, shg kita tdk bny mengkritik atau menyalahkan.  Fokus pd kelebihan juga membantu kita u bersikap tenang, terkendali saat anak 'keluar jalur'
> Biasakan melakukan komunikasi yg sehat ( mendengarkan dng sungguh2, berempati saat mereka dlm kondisi tdk nyaman, sering berdialog ttg hal2 yg disukai anak, bila anak sdh remaja sering2 lah membersamai aktifitas2 yg ananda lakukan..co : nobar dng anak or mendaki gunung bersama anak )
> Minta ijin saat hendakmemberi masukan. Esp kalo anak sdh remaja. Co : mama memahami kalau kamu sedih, boleh mama cerita pengalaman mama waktu mama seusia kamu?
Jd nggak asal nyerocos menasehati....apalg mengomel....he he.....

3. Kolaborasi bagi anak remaja itu dng 3 pihak, dng ortu dan keluarga...dng guru dan dng teman. Dan biasanya,u anak2 remaja...teman punya pengaruh terbesar.
Khan harapan kita, anak2 itu bisa bergaul dng baik, bersama anak2 yg juga baik, dan hubungannya dng kita sbg ortu juga baik. Anak2 yg baik self esteem atau rasa penghargaan diri nya.....akan mampu secara mandiri memfilter hal2 negatif di luar sana dan bahkan berkolaborasi dng org2 dewasa, u mencapai tujuan or target hidupnya.✅

��EPILOG��

Ibu2 yg dicintai Allah,  kita semua manusia adalah mahluk Allah yg diberi amanah u mjd khalifah fil ardh, dan Allah memberikan kita 'senjata' yg sangat luar biasa yaitu otak kita. Sila membaca bny referensi ttg penelitian2 terakhir menyangkut kekuatan otak dan pikiran.
Dan Pada remaja, bila kita bisa menyadarkan sedari dini ttg potensi unlimited yg mereka miliki, sungguh........bukan hanya bangsa ini, tp bahkan umat ini akan mjd luar biasa, sebagaimana yg dijanjikan Allah.....
Nah, ibu2......sdh seberapa peduli kah kita pd perkembangan remaja u mencapai peak performance ? Apalg melihat fenomena saat ini, betapa mirisnya kita melihat dunia remaja......mungkin anak2 kita sangat beruntung krn memiliki kita sbg ortu yg peduli, tp bgmn dng remaja2 di luar sana ?
Time to action.....time to do something....bunda2 sholihat.....selamat beraktifitas....selamat berkarya......matur nuwun sdh diberi kesempatan u berbagi.....��
Wasallam..............

Oleh-Oleh Dari Seminar ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’

Oleh-Oleh Dari Seminar ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’

Oleh: thasya sugito

Ceritanya, april yang lalu, saya berkesempatan berada sepanggung dengan beberapa ibu hebat, dalam sebuah seminar parenting yang temanya adalah ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’. Para ibu hebat itu adalah:Ibu Siti Oded (Istri wakil walikota Bandung), Bunda Ria Mulianti (Istrinya Kak Eka Wardhana-Rumah Pensil Publisher), dan Teh Ninih Muthmainnah (Istri Aa Gym).
Masya Allah…

Bunda Ria Mulianti…menceritakan pengalaman beliau dalam mendidik keempat putranya. Beliau adalah seorang yang cukup sibuk diluar rumah…karena punya amanah di Rumah Pensil Publisher , sanggar gambar rumah pensil, dan juga menggawangi creative women community.
Tapi,kesibukan beliau tidak membuat beliau lupa untuk mendidik anak-anaknya untuk mencintai dan meneladani Rasulullah dan sahabat2nya. Hasilnya…anak pertama beliau adalah anak yang sangat ingin berjihad ke palestina, bahkan di usia 12 tahun, bilang ke bundanya: “bun, aku sudah menabung…ini celengan aku, tolong izinkan aku berangkat ke palestina ya. Aku sedih melihat anak-anak palestina tidak bisa sebahagia aku disini.” Bunda Ria akhirnya mengarahkan anaknya, untuk berjihad dengan pena…anak tsb diarahkan untuk menulis buku, dan ia akhirnya menulis satu seri buku cerita anak tentang jihad dan anak2 palestina. Buku tersebut sudah habis terjual 1000exp dalam 10 hari saja!! Menurut pengalaman bunda Ria, cara paling efektif untuk mengajarkan anak nilai2 kebaikan adalah dengan cara mendongeng (selain keteladanan tentunya). Sehingga beliau tidak pernah melewatkan malam tanpa mendongengkan kisah rasul dan para sahabat kepada anak-anaknya. Mendongeng, tidak harus dengan style pendongeng yang sangat ekspresif, yang mungkin sulit kita tiru….tapi lakukanlah dengan cinta….sehingga dongeng kita akan sampai ke hatinya..
Prinsipnya, kalau anak-anak sudah mengenal Tuhannya, Rasulnya (melalui dongeng)…maka insya Allah mereka akan mencintai Allah dan RasulNya. Bukankah itu yang kita harapkan?? Anak-anak yang mencintai Allah dan RasulNya, sehingga mereka tidak akan melakukan hal yang tidak disukai oleh kekasihnya itu?
Disini, yang terpikir oleh saya adalah “duh….sudah sejauh mana saya mengenalkan Allah dan juga Shiroh kepada anak-anak? Mengenalkan mungkin sudah…tapi sudahkah saya secara konsisten berikhtiar menumbuhkan cinta mereka pada Allah dan Rasul serta para sahabat?? (hiks…tamparan pertama)'”

Lalu…Umi (Bu Siti Oded), menceritakan dahsyatnya dampak rumah cinta. Beliau menceritakan fenomena anak2 di sukabumi (kota kecil) yang 60% dari 200 anak usia remaja yg dijadikan objek penelitian, ternyata sudah melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Astaghfirullah….astaghfirullah…..kalau di kota kecil saja begitu? Gimana kabarnya dengan anak2 kita yang hidup di kota2 besar? Tambahannya…Umi cerita, bahwa ketika berkunjung ke beberapa pesantren, lalu bertanya kepada para SANTRI tentang siapa idola mereka….rata2 jawabannya adalah para artis (lokal dan korea). Duh….apakah mereka tidak mengenal Rasulullah? Sang manusia mulia nan sejati cintanya…
Itulah sebabnya….Umi menekankan…bahwa cinta, adalah dasar dari pendidikan dalam keluarga. Hanya dengan bangunan cinta yang kokohlah, anak tidak akan keluar dari pakem yang disepakati dalam keluarga. Sehingga, kata-kata “membentengi” anak….sejatinya bukanlah membentengi secara fisik (memproteksi fisik anak dari lingkungan yang tidak baik, dll)…melainkan membangun benteng tsb dalam diri anak, sehingga tercipta resiliensi (kemampuan anak untuk selalu berada dalam pakemnya, dalam koridor yang ditetapkan menjadi nilai terbaik untuk dirinya dan keluarganya) dimanapun anak berada…dengan siapapun anak bergaul. Resiliensi ini hanya akan terkokohkan dalam diri anak, bila di rumah cintanya sudah terbangun, sehingga tidak ada tempat lain yang lebih nyaman bagi si anak, selain di rumahnya sendiri.

Berikutnya, yang selalu harus menjadi pegangan utama dalam mendidik anak, dan kembali diingatkan oleh teh Ninih: “Yaa Bunayya…Laa Tusyrik Billah”. Teteh cerita….sebelum ke hal lainnya, pastikan dulu bab ini sudah mantap. Bab ketauhidan, yang menjadi dasar dari agama islam. Sehingga, insya Allah pertanggung jawaban kita kelak akan lebih ringan.
Lalu…yang orangtua sering lupa: TAUBAT!!

Kita sering merasa anak sulit diatur…anak banyak membantah…anak tidak sesuai harapan. Lalu saat perasaan itu hadir, seringkali kita merasa, itu adalah ‘salahnya’ anak. Padahal….sejatinya, itu adalah kesalahan kita dalam mendidik. Maka,TAUBAT adalah bagian terpenting dalam proses mendidik anak. Jangan hanya banyak harapan thdp anak….tapi, perbanyak taubat, perbanyak tafakur.

Teteh cerita, bagaimana dulu Ghaza (putra ke-6 tth), adalah anak yang kerjanya main PS…gak semangat belajar….sampai harus mengenakan kacamata dengan silindris 6 karena hobinya itu. Teteh saat itu merasa berdosa….karena tidak tegas dan tidak banyak menghabiskan waktu bersama Ghaza. Lalu…saat berkesempatan umroh, teteh menangis di multazam….bertaubat…mengakui kesalahannya dalam mendidik anak, dan memohon agar Allah mengampuni. Sepulang umroh….Ghaza ditanya oleh salah seorang ustadz di DT, mau tidak Ghaza menghafal qur’an? Ghaza langsung jawab mau…tanpa ba-bi-bu. Padahal, sebelumnya….sulit sekali tth mengarahkannya. Singkat cerita….dalam waktu 6 bulan…Ghaza menyelesaikan 27 juz hafalan qur’annya….dan tuntas 30 juz hanyadalam waktu 8 bulan saja.

Sehingga, benarlah…taubat kita, adalah pembuka jalan. Ketika kita bertaubat…memohon ampunan Allah atas kefakiran ilmu kita dalam mendidik anak, Allah akan bukakan jalan.

Selain itu…mencintai anak, artinya mendoakannya dengan penuh cinta. Bukan sekedar kata-kata tak berarti….melainkan kata-kata yang lahir dari hati. Saya mempraktekkannya sejak punya anak pertama 11 tahun yang lalu….ilmu ini pun saya peroleh dari teh Ninih, waktu saya masih nyantri di DT: Setiap Sholat malam….usahakan sholat dengan rakaat 2-2-2-2-…., agar kita memiliki banyak waktu untuk mendoakan anak dan suami. Ba’da dua rakaat pertama…doakan orang tua dan suami dengan penuh cinta.

Lalu…ba’da dua rakaat kedua, doakan anak yang pertama. Ba’da dua rakaat ketiga, doakan anak yang kedua, dst….

Perhatikan….setiap kali iman kita sedang baik, cinta kita sedang penuh….anak akan menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebaliknya….setiap kali iman kita sedang lemah….kita sedang futur, anak pun akan terasa sulit diatur, dll. Maka….penuhi diri dengan energi iman….sehingga cinta akan lahir tanpa diminta.

Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta, insya Allah akan menjadi pribadi yang penuh cinta pula.
Dengan Cinta kita mendidik anak….dengan ilmu kita mengasuhnya….

Sungguh, berada disana bersama para ibu luar biasa ini, menyadarkan saya betapa luasnya ilmu Allah dan betapa sedikit ilmu yang sudah saya tahu dan amalkan..
Semoga bermanfaat ^_^