Sabtu, 06 Juni 2015

Tentang Sahabat Ali Bin Abi Thalib RA

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Bunda-bunda solihat... tema diskusi kita hari ini adalah

'Tentang Sahabat Ali Bin Abi Thalib RA.'

Ali Bin Abi Thalib RA termasuk dari 10 Sahabat Nabi yang paling awal masuk Islam sekaligus dijamin masuk surga oleh Nabi dalam satu hadits. Usianya ketika masuk Islam adalah masih sangat belia yaitu 10 tahun.

Bagaimana kisahnya?

Apa saja kontribusinya untuk Islam?

Apa yang bisa diteladani buah hati kita dari sahabat Ali?

Adakah bunda-bunda yang hendak berbagi tentang ini?

Yuuk mari kita diskusikan bersama....

Mari berbagi hikmah dan manfaat yang telah Alloh beri...

Ralika
HSMN.TimTemaDiskusi@gmail.com

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
hsmn
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
facebook.com/hsmuslimnusantara

FP: Seminar Menuntun Anak Menyongsong Surga

FB: Seminar MAMS (HS Muslim Nusantara)

instagram: @hsmuslimnusantara

twitter: @hs_muslim_n

web:
hsmuslimnusantara.org

Ikuti kuis di medsos HSMN. Dapatkan tiket Seminar Senilai Rp.375.000,- Seminar menuntun Anak Menyongsong Surga. 30 Mei 2015. Gd.Indosat pusat.Jakarta.

Move on yuk

����RESUME DISKUSI GROUP HSMN 8����

⏰Jum'at, 22 mei 2015 jam 14.30-16.30 BBWI
��Bu Dyan
��Tema : move on Yuuk
��Moderator : Bu Afita
��Notulen : Bu Rini Janvier

�� PROFIL NARASUMBER
Nama lengkap: Dhian Fatmasari, S.S, C.ht
Alumni: UNDIP
Profesi: penulis, Trainer, KepalaSekolah, Pengusaha
Motto: Do The Best and Let God Do The Rest
Visi: Writer - Trainer- speaker yang menginspirasi 25 juta pemuda dan remaja di seluruh Indonesia 2020
Jumlah anak:  5 orang

��PROLOG��

Assalamu'alaikum. ...
Sy Dhian 'Motivateen' Fatmasari ... penulis buku Move ON Nggak Pake Lama ( On 4 Teens )....
Kesempatan sore ini sy akan berbagi ttg 4 ON for parents....
On yg pertama VISION
Nggak perlu dijelaskan ya ttg definisi sy yakin ibu2 semua sdh paham. Yg perlu sy garis bawahi, vision ini bukan vision seperti di perusahaan2. Vision pd remaja hanya u memastikan remaja punya arah. Fenomena remaja2 alay krn mereka tdk dibiasakan u punya life plan or vision. Bagaimana tips membangun visi pd remaja ? Nanti kita detailkan saat diskusi yaa........
Yg kedua, ACTION....
Bagaimana caranya membuat remaja berkomitmen pd visi dan mau melakukan action yg strategis dan terarah ? Kalau kata Anthony Robbins,  tdk ada manusia yg malas yg ada hanyalah tujuan atau visi yg lemah, yaitu tujuan yg tdk menginspirasi. So, pastikan visi yg dibuat remaja adalah visi yg bener2 'gw banget'...itu akan membangun kesadaran pribadinya...shg akan jauh lebih mudah u memastikan mereka on the track.
Ketiga, PASSION...steve job dlm pidatonya yg masyhur mengatakan....cintai apa yg kamu lakukan dan lakukan apa yg kamu cintai....Kalau ingin mjd extraordinary, pastikan kita hny melakukan hal2 yg luar biasa. Dan u melakukan action yg luar biasa, bahan bakar yg utama adalah passion
U mengenal dng akurat apa passion anak2 kita, ada 3 cara. Cara yg pertama, dng observasi manual. Amati pd aktifitas apa anak2 kita enjoy bingits...dan mungkin akan tertemu lbh dr 1 aktifitas. It's ok....krn msh ada saringan kedua, yaitu amati lg...dr sekian banyak aktifitas favoritnya tsb mana yg kemampuannya makin tumbuh. Dan terakhir, diantara sekian aktifitasnya yg bertumbuh, mana yg mendapat pengakuan dr org lain. Nah, berdasarkan 3 saringan tsb, besar kemungkinan itulah passion anak2 kita.
Cara kedua dng menyertakan anak2 kita pd test yg dilakukan scr tertulis. Cara ini tingkat akurasinya lbh baik dibanding cara pertama, tp msh ada kelemahannya. Karena based on paper, mood pelaku sangat menentukan hasil. Kalau lg mood, besar kemungkinan hasil nya oke...tp kalau lg nggak mood...wah hasilnya bisa kacau balau. Nah, yg paling akurat itu finger test. Ada banyak merk di luar sana, sila dipilih yg paling pas.
Keempat, collaboration. ..kura2 dan kelinci kalau hanya sibuk bersaing, mereka akan mjd lelah...tp bila kura2 dan kelinci berkolaborasi, mereka akan  mjd tim yg luar biasa dan memperoleh kepuasan yg lebih besar.
Means......tdk ada satu org hebat pun yg bisa sukses sendirian. Sekarang bukan lg era nya superman, tp skrg eranya the avangers....ada hulk, ada iron man, ada thor...��...makanya luky ( musuhnya the avangers ) gampang kalah...wong sendirian....he he he....
U pengantar cukup sekian, kita tajamkan melalui diskusi. ..
Saya tambahkan sedikit.....semua yg sy sampaikan di atas terutama u remaja nggih....
Tambahan pula u collaboration. ... kalau mau remaja yg mudah berkolaborasi, pastikan kita berkomunikasi dng cara2 yg kondusif u menjaga self esteem mereka. Pengalaman sy, remaja dng self esteem rendah lah yg mudah terbawa arus negatif.✅

1⃣Afita Risdiarti: Menunggu pertanyaan dari bunda2 yg lain saya mau nanya bu..pada usia brp minimal kita persiapkan anak2 agar kelak mrk mudah menentukan visi hidupnya..serta langkah2 apa yg bisa ortu lakukan ntuk menstimulasinya..
Jzk khoir bu

Jawab :
Pertanyaan yg menarik bunda afita.
Menurut sy, tdk ada anak yg terlalu kecil atau terlalu muda u kita kenalkan dng visi. Sekali lagi, makna visi bukan seperti di perusahaan2 ya...tp lbh seperti tujuan atau cita2. Sy pribadi memang mengenalkan ttg visi sejak anak2 sy bisa berkomunikasi ( +- 2 tahun ). Semuanya....termasuk yg paling kecil, yg belum genap 2 tahun. Dan itu memudahkan sy u mengarahkan aktifitas mereka atau saat mereka 'melenceng'.
Dan ada story yg cukup menarik dr kisah hidupnya org2 sukses, co : muhamad al fatih, tiger wood, michael jordan. Ortu mereka sdh menanamkan visi sejak mereka blm bisa berjalan.
Tinggal action kita sbg ortu spy remaja atau anak2 bs konsisten.......✅

2⃣Pertanyaan lanjutan bu dari mbak zulaiha..
Bisa dicontohkan visi untuk usia 2 tahun bahkan kurang dari itu, seperti apa sich contohnya,,!!
Jazakillah

Jawab :
Terima kasih, mb zulaiha..
Alhamdulillah sy sdh tahu potensi dasar nya anak2, melalui 3 cara yg sdh sy sampaikan di atas nggih ( di bag passion ). So, secara mendasar sy tahu kekuatan2 utama anak2 sy. Berdasarkan itulah sy memetakan anak2. Yg sy lihat potensi terbesarnya pd kepemimpinan, ya sy arahkan u menjadi pengusaha....atau dia suka menyebut dirinya adalah CEO kaliber internasional.....yg suka baca, sy arahkan pd dunia penelitian atau ilmuwan. Itu yg sy lakukan.
Pd kisah Muhammad al fatih,  ayahnya setiap hari sambil menggendong al fatih menunjukkan benteng konstantinopel dan menceritakan ttg sabda Rasul yg sangat populer itu. Pd tiger wood, sejak usia 9 bulan ayahnya memeragakan cara bermain golf sambil menjelaskan semua detail ttg golf. Sejak usia 3 tshun, wood sdh dilatih oleh pelatih profesional. ✅

3⃣Pertanyaan berikut dari mbak rita..
Bgmn menanamkan visi untuk anak 4 tahun dan media apa yg kita butuhkan untuk mrlakatksn visi mereka k dlm sanubarinya, sehingga apspun rintangannya mereka berkomitmen untuk meraih visi mereka.
Misal anak saya arahkan untuk menjadi penyanyi, krn suka menyanyi��

Jawab :
Mb rita.....
Passion nya ananda memang menyanyi kah ?
Kenali dan pastikan dulu, apa passion nya ananda....
So, mengarahkannya itu bisa natural dan smooth. Seperti pemahat itu lhoo...mereka ikuti garis kayu nya khan...tdk memotong jalur....✅

4⃣Pertanyaan dari ummu fathiya
Bu, saya mau tanya :
1. Pada poin ke tiga, ada istilah " finger tes" apasih artinya yang lebih mudah dipahami?
2. Tadi juga telah du sebutkan " pastikan kita berkomunikasi dengan cara2 yang kondusif untuk menjaga SELF ESTEEM mereka" maksudnya apa Bu?
3. Pada poin ke empat, KOLABORASI yang di maksud itu seperti apa? Apakah kolaborasi anak dengan anak atau anak dengan orangtua atau kolaborasi yang seperti apa??
'afwan, banyak sekali yang di tanyakan,, jazakillah

Jawab :
1. Finger test adalah test sidik jari. Ada banyak merk yg menawarkan test sidik jari u tahu lbh akurat potensi dan passion ananda.

2.Maksudnya....berkomunikasi yg menjaga ' hargadiri' anak. Caranya :
> Fokus pd hal2 positif yg dimiliki ananda, shg kita tdk bny mengkritik atau menyalahkan.  Fokus pd kelebihan juga membantu kita u bersikap tenang, terkendali saat anak 'keluar jalur'
> Biasakan melakukan komunikasi yg sehat ( mendengarkan dng sungguh2, berempati saat mereka dlm kondisi tdk nyaman, sering berdialog ttg hal2 yg disukai anak, bila anak sdh remaja sering2 lah membersamai aktifitas2 yg ananda lakukan..co : nobar dng anak or mendaki gunung bersama anak )
> Minta ijin saat hendakmemberi masukan. Esp kalo anak sdh remaja. Co : mama memahami kalau kamu sedih, boleh mama cerita pengalaman mama waktu mama seusia kamu?
Jd nggak asal nyerocos menasehati....apalg mengomel....he he.....

3. Kolaborasi bagi anak remaja itu dng 3 pihak, dng ortu dan keluarga...dng guru dan dng teman. Dan biasanya,u anak2 remaja...teman punya pengaruh terbesar.
Khan harapan kita, anak2 itu bisa bergaul dng baik, bersama anak2 yg juga baik, dan hubungannya dng kita sbg ortu juga baik. Anak2 yg baik self esteem atau rasa penghargaan diri nya.....akan mampu secara mandiri memfilter hal2 negatif di luar sana dan bahkan berkolaborasi dng org2 dewasa, u mencapai tujuan or target hidupnya.✅

��EPILOG��

Ibu2 yg dicintai Allah,  kita semua manusia adalah mahluk Allah yg diberi amanah u mjd khalifah fil ardh, dan Allah memberikan kita 'senjata' yg sangat luar biasa yaitu otak kita. Sila membaca bny referensi ttg penelitian2 terakhir menyangkut kekuatan otak dan pikiran.
Dan Pada remaja, bila kita bisa menyadarkan sedari dini ttg potensi unlimited yg mereka miliki, sungguh........bukan hanya bangsa ini, tp bahkan umat ini akan mjd luar biasa, sebagaimana yg dijanjikan Allah.....
Nah, ibu2......sdh seberapa peduli kah kita pd perkembangan remaja u mencapai peak performance ? Apalg melihat fenomena saat ini, betapa mirisnya kita melihat dunia remaja......mungkin anak2 kita sangat beruntung krn memiliki kita sbg ortu yg peduli, tp bgmn dng remaja2 di luar sana ?
Time to action.....time to do something....bunda2 sholihat.....selamat beraktifitas....selamat berkarya......matur nuwun sdh diberi kesempatan u berbagi.....��
Wasallam..............

Oleh-Oleh Dari Seminar ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’

Oleh-Oleh Dari Seminar ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’

Oleh: thasya sugito

Ceritanya, april yang lalu, saya berkesempatan berada sepanggung dengan beberapa ibu hebat, dalam sebuah seminar parenting yang temanya adalah ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’. Para ibu hebat itu adalah:Ibu Siti Oded (Istri wakil walikota Bandung), Bunda Ria Mulianti (Istrinya Kak Eka Wardhana-Rumah Pensil Publisher), dan Teh Ninih Muthmainnah (Istri Aa Gym).
Masya Allah…

Bunda Ria Mulianti…menceritakan pengalaman beliau dalam mendidik keempat putranya. Beliau adalah seorang yang cukup sibuk diluar rumah…karena punya amanah di Rumah Pensil Publisher , sanggar gambar rumah pensil, dan juga menggawangi creative women community.
Tapi,kesibukan beliau tidak membuat beliau lupa untuk mendidik anak-anaknya untuk mencintai dan meneladani Rasulullah dan sahabat2nya. Hasilnya…anak pertama beliau adalah anak yang sangat ingin berjihad ke palestina, bahkan di usia 12 tahun, bilang ke bundanya: “bun, aku sudah menabung…ini celengan aku, tolong izinkan aku berangkat ke palestina ya. Aku sedih melihat anak-anak palestina tidak bisa sebahagia aku disini.” Bunda Ria akhirnya mengarahkan anaknya, untuk berjihad dengan pena…anak tsb diarahkan untuk menulis buku, dan ia akhirnya menulis satu seri buku cerita anak tentang jihad dan anak2 palestina. Buku tersebut sudah habis terjual 1000exp dalam 10 hari saja!! Menurut pengalaman bunda Ria, cara paling efektif untuk mengajarkan anak nilai2 kebaikan adalah dengan cara mendongeng (selain keteladanan tentunya). Sehingga beliau tidak pernah melewatkan malam tanpa mendongengkan kisah rasul dan para sahabat kepada anak-anaknya. Mendongeng, tidak harus dengan style pendongeng yang sangat ekspresif, yang mungkin sulit kita tiru….tapi lakukanlah dengan cinta….sehingga dongeng kita akan sampai ke hatinya..
Prinsipnya, kalau anak-anak sudah mengenal Tuhannya, Rasulnya (melalui dongeng)…maka insya Allah mereka akan mencintai Allah dan RasulNya. Bukankah itu yang kita harapkan?? Anak-anak yang mencintai Allah dan RasulNya, sehingga mereka tidak akan melakukan hal yang tidak disukai oleh kekasihnya itu?
Disini, yang terpikir oleh saya adalah “duh….sudah sejauh mana saya mengenalkan Allah dan juga Shiroh kepada anak-anak? Mengenalkan mungkin sudah…tapi sudahkah saya secara konsisten berikhtiar menumbuhkan cinta mereka pada Allah dan Rasul serta para sahabat?? (hiks…tamparan pertama)'”

Lalu…Umi (Bu Siti Oded), menceritakan dahsyatnya dampak rumah cinta. Beliau menceritakan fenomena anak2 di sukabumi (kota kecil) yang 60% dari 200 anak usia remaja yg dijadikan objek penelitian, ternyata sudah melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Astaghfirullah….astaghfirullah…..kalau di kota kecil saja begitu? Gimana kabarnya dengan anak2 kita yang hidup di kota2 besar? Tambahannya…Umi cerita, bahwa ketika berkunjung ke beberapa pesantren, lalu bertanya kepada para SANTRI tentang siapa idola mereka….rata2 jawabannya adalah para artis (lokal dan korea). Duh….apakah mereka tidak mengenal Rasulullah? Sang manusia mulia nan sejati cintanya…
Itulah sebabnya….Umi menekankan…bahwa cinta, adalah dasar dari pendidikan dalam keluarga. Hanya dengan bangunan cinta yang kokohlah, anak tidak akan keluar dari pakem yang disepakati dalam keluarga. Sehingga, kata-kata “membentengi” anak….sejatinya bukanlah membentengi secara fisik (memproteksi fisik anak dari lingkungan yang tidak baik, dll)…melainkan membangun benteng tsb dalam diri anak, sehingga tercipta resiliensi (kemampuan anak untuk selalu berada dalam pakemnya, dalam koridor yang ditetapkan menjadi nilai terbaik untuk dirinya dan keluarganya) dimanapun anak berada…dengan siapapun anak bergaul. Resiliensi ini hanya akan terkokohkan dalam diri anak, bila di rumah cintanya sudah terbangun, sehingga tidak ada tempat lain yang lebih nyaman bagi si anak, selain di rumahnya sendiri.

Berikutnya, yang selalu harus menjadi pegangan utama dalam mendidik anak, dan kembali diingatkan oleh teh Ninih: “Yaa Bunayya…Laa Tusyrik Billah”. Teteh cerita….sebelum ke hal lainnya, pastikan dulu bab ini sudah mantap. Bab ketauhidan, yang menjadi dasar dari agama islam. Sehingga, insya Allah pertanggung jawaban kita kelak akan lebih ringan.
Lalu…yang orangtua sering lupa: TAUBAT!!

Kita sering merasa anak sulit diatur…anak banyak membantah…anak tidak sesuai harapan. Lalu saat perasaan itu hadir, seringkali kita merasa, itu adalah ‘salahnya’ anak. Padahal….sejatinya, itu adalah kesalahan kita dalam mendidik. Maka,TAUBAT adalah bagian terpenting dalam proses mendidik anak. Jangan hanya banyak harapan thdp anak….tapi, perbanyak taubat, perbanyak tafakur.

Teteh cerita, bagaimana dulu Ghaza (putra ke-6 tth), adalah anak yang kerjanya main PS…gak semangat belajar….sampai harus mengenakan kacamata dengan silindris 6 karena hobinya itu. Teteh saat itu merasa berdosa….karena tidak tegas dan tidak banyak menghabiskan waktu bersama Ghaza. Lalu…saat berkesempatan umroh, teteh menangis di multazam….bertaubat…mengakui kesalahannya dalam mendidik anak, dan memohon agar Allah mengampuni. Sepulang umroh….Ghaza ditanya oleh salah seorang ustadz di DT, mau tidak Ghaza menghafal qur’an? Ghaza langsung jawab mau…tanpa ba-bi-bu. Padahal, sebelumnya….sulit sekali tth mengarahkannya. Singkat cerita….dalam waktu 6 bulan…Ghaza menyelesaikan 27 juz hafalan qur’annya….dan tuntas 30 juz hanyadalam waktu 8 bulan saja.

Sehingga, benarlah…taubat kita, adalah pembuka jalan. Ketika kita bertaubat…memohon ampunan Allah atas kefakiran ilmu kita dalam mendidik anak, Allah akan bukakan jalan.

Selain itu…mencintai anak, artinya mendoakannya dengan penuh cinta. Bukan sekedar kata-kata tak berarti….melainkan kata-kata yang lahir dari hati. Saya mempraktekkannya sejak punya anak pertama 11 tahun yang lalu….ilmu ini pun saya peroleh dari teh Ninih, waktu saya masih nyantri di DT: Setiap Sholat malam….usahakan sholat dengan rakaat 2-2-2-2-…., agar kita memiliki banyak waktu untuk mendoakan anak dan suami. Ba’da dua rakaat pertama…doakan orang tua dan suami dengan penuh cinta.

Lalu…ba’da dua rakaat kedua, doakan anak yang pertama. Ba’da dua rakaat ketiga, doakan anak yang kedua, dst….

Perhatikan….setiap kali iman kita sedang baik, cinta kita sedang penuh….anak akan menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebaliknya….setiap kali iman kita sedang lemah….kita sedang futur, anak pun akan terasa sulit diatur, dll. Maka….penuhi diri dengan energi iman….sehingga cinta akan lahir tanpa diminta.

Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta, insya Allah akan menjadi pribadi yang penuh cinta pula.
Dengan Cinta kita mendidik anak….dengan ilmu kita mengasuhnya….

Sungguh, berada disana bersama para ibu luar biasa ini, menyadarkan saya betapa luasnya ilmu Allah dan betapa sedikit ilmu yang sudah saya tahu dan amalkan..
Semoga bermanfaat ^_^

Asuransi Terbaik

��Asuransi Terbaik

Ditulis oleh Budi Ashari

Asuransi Terbaik

 

Bukti cinta orang tua sepanjang jalan adalah mereka memikirkan masa depan anaknya. Mereka tidak ingin anak-anak kelak hidup dalam kesulitan. Persiapan harta pun dipikirkan masak-masak dan maksimal.

Para orang tua sudah ada yang menyiapkan tabungan, asuransi bahkan perusahaan. Rumah pun telah dibangunkan, terhitung sejumlah anak-anaknya. Ada juga yang masih bingung mencari-cari bentuk penyiapan masa depan terbaik. Ada yang sedang memilih perusahaan asuransi yang paling aman dan menjanjikan. Tetapi ada juga yang tak tahu harus berbuat apa karena ekonomi hariannya pun pas-pasan bahkan mungkin kurang.

Bagi yang telah menyiapkan tabungan dan asuransi, titik terpenting yang harus diingatkan adalah jangan sampai kehilangan Allah. Hitungan detail tentang biaya masa depan tidak boleh menghilangkan Allah yang Maha Tahu tentang masa depan. Karena efeknya sangat buruk. Kehilangan keberkahan. Jika keberkahan sirna, harta yang banyak tak memberi manfaat kebaikan sama sekali bagi anak-anak kita.

Lihatlah kisah berikut ini:

Dalam buku Alfu Qishshoh wa Qishshoh oleh Hani Al Hajj dibandingkan tentang dua khalifah di jaman Dinasti Bani Umayyah: Hisyam bin Abdul Malik dan Umar bin Abdul Aziz. Keduanya sama-sama meninggalkan 11 anak, laki-laki dan perempuan. Tapi bedanya, Hisyam bin Abdul Malik meninggalkan jatah warisan bagi anak-anak laki masing-masing mendapatkan 1 juta Dinar. Sementara anak-anak laki Umar bin Abdul Aziz hanya mendapatkan setengah dinar.

Dengan peninggalan melimpah dari Hisyam bin Abdul Malik untuk semua anak-anaknya ternyata tidak membawa kebaikan. Semua anak-anak Hisyam sepeninggalnya hidup dalam keadaan miskin. Sementara anak-anak Umar bin Abdul Aziz tanpa terkecuali hidup dalam keadaan kaya, bahkan seorang di antara mereka menyumbang fi sabilillah untuk menyiapkan kuda dan perbekalan bagi 100.000  pasukan penunggang kuda.

Apa yang membedakan keduanya? KEBERKAHAN.

Kisah ini semoga bisa mengingatkan kita akan bahayanya harta banyak yang disiapkan untuk masa depan anak-anak tetapi kehilangan keberkahan. 1 juta dinar (hari ini sekitar Rp 2.000.000.000.000,-) tak bisa sekadar untuk berkecukupan apalagi bahagia. Bahkan mengantarkan mereka menuju kefakiran.

Melihat kisah tersebut kita juga belajar bahwa tak terlalu penting berapa yang kita tinggalkan untuk anak-anak kita. Mungkin hanya setengah dinar (hari ini sekitar Rp 1.000.000,-) untuk satu anak kita. Tapi yang sedikit itu membaur dengan keberkahan. Ia akan menjadi modal berharga untuk kebesaran dan kecukupan mereka kelak. Lebih dari itu, membuat mereka menjadi shalih dengan harta itu.

Maka ini hiburan bagi yang hanya sedikit peninggalannya.

Bahkan berikut ini menghibur sekaligus mengajarkan bagi mereka yang tak punya peninggalan harta. Tentu sekaligus bagi yang banyak peninggalannya.

Bacalah dua ayat ini dan rasakan kenyamanannya,

Ayat yang pertama,

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu.” (Qs. Al Kahfi: 82)

Ayat ini mengisahkan tentang anak yatim yang hartanya masih terus dijaga Allah, bahkan Allah kirimkan orang shalih yang membangunkan rumahnya yang nyaris roboh dengan gratis. Semua penjagaan Allah itu sebabnya adalah keshalihan ayahnya saat masih hidup.

Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan,

“Ayat ini menunjukkan bahwa Allah ta’ala menjaga orang shalih pada dirinya dan pada anaknya walaupun mereka jauh darinya. Telah diriwayatkan bahwa Allah ta’ala menjaga orang shalih pada tujuh keturunannya.”

Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menukil kalimat Hannadah binti Malik Asy Syaibaniyyah,
“Disebutkan bahwa kedua (anak yatim itu) dijaga karena kesholehan ayahnya. Tidak disebutkan kesholehan keduanya. Antara keduanya dan ayah yang disebutkan keshalihan adalah 7 turunan. Pekerjaannya dulu adalah tukang tenun.”

Selanjutnya Ibnu Katsir menerangkan,

“Kalimat: (dahulu ayah keduanya orang yang sholeh) menunjukkan bahwa seorang yang shalih akan dijaga keturunannya. Keberkahan ibadahnya akan melingkupi mereka di dunia dan akhirat dengan syafaat bagi mereka, diangkatnya derajat pada derajat tertinggi di surga, agar ia senang bisa melihat mereka, sebagaimana dalam Al Quran dan Hadits. Said bin Jubair berkata dari Ibnu Abbas: kedua anak itu dijaga karena keshalihan ayah mereka. Dan tidak disebutkan kesholehan mereka. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa ia adalah ayahnya jauh. Wallahu A’lam

Ayat yang kedua,
“Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.” (Qs. Al A’raf: 196)

Ayat ini mengirimkan keyakinan pada orang beriman bahwa Allah yang kuasa menurunkan al Kitab sebagai bukti rahmatNya bagi makhlukNya, Dia pula yang akan mengurusi, menjaga dan menolong orang-orang shalih dengan kuasa dan rahmatNya. Sekuat inilah seharusnya keyakinan kita sebagai orang beriman. Termasuk keyakinan kita terhadap anak-anak kita sepeninggal kita.

Untuk lebih jelas, kisah orang mulia berikut ini mengajarkan aplikasinya.

Ketika Umar bin Abdul Aziz telah dekat dengan kematian, datanglah Maslamah bin Abdul Malik. Ia berkata, “Wahai Amirul Mu’minin, engkau telah mengosongkan mulut-mulut anakmu dari harta ini. Andai anda mewasiatkan mereka kepadaku atau orang-orang sepertiku dari masyarakatmu, mereka akan mencukupi kebutuhan mereka.”

Ketika Umar mendengar kalimat ini ia berkata, “Dudukkan saya!”

Mereka pun mendudukkannya.

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku telah mendengar ucapanmu, wahai Maslamah. Adapun perkataanmu bahwa aku telah mengosongkan mulut-mulut anakku dari harta ini, demi Allah aku tidak pernah mendzalimi hak mereka dan aku tidak mungkin memberikan mereka sesuatu yang merupakan hak orang lain. Adapun perkataanmu tentang wasiat, maka wasiatku tentang mereka adalah: ((إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ)). Anaknya Umar satu dari dua jenis: shalih maka Allah akan mencukupinya atau tidak sholeh maka aku tidak mau menjadi orang pertama yang membantunya dengan harta untuk maksiat kepada Allah.” (Umar ibn Abdil Aziz Ma’alim At Tajdid wal Ishlah, Ali Muhammad Ash Shalaby)

Begitulah ayat bekerja pada keyakinan seorang Umar bin Abdul Aziz. Ia yang telah yakin mendidik anaknya menjadi shalih, walau hanya setengah dinar hak anak laki-laki dan seperempat dinar hak anak perempuan, tetapi dia yakin pasti Allah yang mengurusi, menjaga dan menolong anak-anak sepeninggalnya. Dan kisah di atas telah menunjukkan bahwa keyakinannya itu benar.

Umar bin Abdul Aziz sebagai seorang khalifah besar yang berhasil memakmurkan masyarakat besarnya. Tentu dia juga berhak untuk makmur seperti masyarakatnya. Minimal sama, atau bahkan ia punya hak lebih sebagai pemimpin mereka. Tetapi ternyata ia tidak meninggalkan banyak harta. Tak ada tabungan yang cukup. Tak ada usaha yang mapan. Tak ada asuransi seperti hari ini.

Tapi tidak ada sedikit pun kekhawatiran. Tidak tersirat secuil pun rasa takut. Karena yang disyaratkan ayat telah ia penuhi. Ya, anak-anak yang shalih hasil didikannya.

Maka izinkan kita ambil kesimpulannya:

Bagi yang mau meninggalkan jaminan masa depan anaknya berupa tabungan, asuransi atau perusahaan, simpankan untuk anak-anak dari harta yang tak diragukan kehalalannya.

Hati-hati bersandar pada harta dan hitung-hitungan belaka. Dan lupa akan Allah yang Maha Mengetahui yang akan terjadi.

Jaminan yang paling berharga –bagi yang berharta ataupun yang tidak-, yang akan menjamin masa depan anak-anak adalah: keshalihan para ayah dan keshalihan anak-anak.

Dengan keshalihan ayah, mereka dijaga.

Dan dengan keshalihan anak-anak, mereka akan diurusi, dijaga, dan ditolong Allah. Semoga Bermanfaat