Selasa, 19 Mei 2015

Cara Induksi Alami

Dari group FB "Gentle birth untuk semua"

Ketika kehamilan seorang ibu, usia
kehamilannya menginjak 40 minggu dan
belum ada tanda-tanda persalinan
biasanya langsung penasaran dan cari
tahu bagaimana caranya agar sesegera
mungki ada tanda-tanda persalinan,
dengan berbagai alasan dan yang
terbanyak adalah takut nanti harus di
SC. Tak ada salahnya Anda tahu
bagaimana caranya menginduksi
persalinan secara alami.
Ini bisa dilakukan sejak 38 minggu usia
kehamilan, karena pada dasarnya usia 38
minggu janin sudah Viable/mampu hidup
dan sudah matang/ matur dnegan
melakukan induksi alamis ejak 38 minggu
di harapkan saat usia kehamilan Anda
menginjak 40 minggu maka Anda bisa
melahirkan.
Berikut ini beberapa TIPS dan TRIKs
untuk melakukan induksi alami dalam
persalinan Anda:
Pertama dan Paling Penting adalah
Relax!
Persalinan tidak akan mulai jika Anda
sedang tegang, khawatir atau berusaha
keras untuk memulai persalinan. Cobalah
mandi air hangat dalam cahaya lilin.
Anda bisa pergi ke tempat pijat
profesional (SPA ibu Hamil misalnya,
atau ke layanan kesehatan yang
menyediakan Pregnancy Massage)
dengan tujuan Anda dapat melakukan
relaksasi. Akupunktur dan akupresur,
karena fokus pada bidang utama tubuh,
juga membantu menginspirasi persalinan.
Selain itu, beberapa wanita
mengandalkan aromaterapi, khususnya
aroma menenangkan dari clary sage/
lavender, untuk bersantai.
Cobalah untuk melakukan sesuatu yang
istimewa untuk diri sendiri setiap hari-
terutama jika Anda melewati tanggal
“due date”. Anda bisa melakukan
manicure, coba makan malam di sebuah
restoran baru, melihat film favorit atau
pergi keluar untuk membeli es krim
bersama pasangan Anda. Yang penting
buatlah kegiatan yang benar-benar
membuat Anda bersantai dan rileks.
Kedua, Anda juga bisa mencoba
visualisasi atau meditasi.
Tutup mata Anda dan mengambil
beberapa napas dalam-dalam melalui
hidung dan keluar melalui mulut Anda.
Dapatkan konektivitas/hubungan
dengan tubuh Anda (focus pada tubuh
Anda), mulai dengan jari-jari kaki
Anda sampai wajah Anda.
Bayangkan sebuah bunga yang
hendak mekar, membuka perlahan tiap
kelopaknya, ketika Anda bernapas
masuk dan keluar.
Bayangkan wajah dan bentuk bayi
Anda dan bayangkan dia dilahirkan
dengan lembut dan damai.
Tidak hanya teknik bersantai/rileks saja
yang Anda perlukan, namun memakai
pikiran / koneksi tubuh. Melakukan
visualisasi bayi yang lahir, bisa menjadi
cara alami untuk memperlancar
persalinan yang Anda butuhkan.
Ketiga , SEKS
Seks adalah trik yang paling terkenal
lumayan Ampuh untuk memulai
persalinan. Semen yang terkandung
dalam sperma mengandung
prostaglandin, sebuah hormone alami
yang mampu menginduksi persalinan,
karena dia dapat berfungsi untuk
mematangkan dan melunakkan leher
rahim Anda. Jika Anda menggunakan
teknik ini, jangan segera bangun dan
mengangkat pinggul Anda untuk
membantu air mani tetap pada leher
rahim. Hal ini akan membantu untuk
menipiskan dan melebar jalan lahir.
Namun, pada akhir kehamilan, banyak
perempuan yang tidak mood untuk
berhubungan. Padahal sebenarnya
sederhana kok, buatlah kegiatan yang
penuh kasih yang merupakan bagian dari
foreplay normal yang akan membantu
Anda membangkitkan Mood dan gairah.
Female orgasme telah dikenal mampu
untuk membuka leher rahim hingga dua
sentimeter. Anda juga dapat meminta
pasangan Anda untuk merangsang puting
susu Anda dengan lembut, atau
meletakkan sebuah handuk kering yang
hangat sekitar satu atau dua menit dan
letakkan di payudara Anda. Ini
mendorong pelepasan oksitosin. Namun
Jangan lakukan ini terus-menerus. Untuk
beberapa wanita, kontraksi dimulai dalam
waktu 20 menit setelah melakukan hal ini.
Jika setengah jam atau lebih berlalu,
berhenti dan mungkin mencobanya lagi
lain hari.
Keempat, "Bump" atau "Swing" untuk
bersalin
Ada juga trik yang melibatkan "bumping"
atau "ayun" bayi ke dalam panggul. Ini
termasuk anda melakukan ayunan di
taman. Anda juga dapat mencoba
mengendarai mobil di jalan
bergelombang. Namun lakukan dengan
lembut jangan sampai melompat-lompat
lho! Yang pasti kegiatan ini bisa untuk
mermacu bagian terendah janin turun ke
dasar panggul.
Ke lima , Jalan kaki
Jalan kaki atau perlahan-lahan
mengayuh sepeda mungkin mulai
kontraksi. Posisi tubuh tegak akan
menempatkan tekanan pada leher rahim,
yang dapat mendorong untuk turun dan
kontraksi. Pastikan untuk minum banyak
cairan, mempertahankan suhu tubuh
Anda dan dengarkan tubuh Anda. Jika
tubuh Anda lelah atau memberitahu
bahwa Anda harus berhenti-ya
dengarkan!
Keenam, Berbicara dengan Bayi Anda
Studi terbaru menemukan bahwa bayi
mulai siklus hormon yang kompleks saat
persalinan. berbicar dan pastikan dia
merasa diterima. Katakan padanya pada
bayi yang masih di kandungan memang
seolah-olah Anda melakukan hal yang
konyol (masak berbicara sendiri?) namun
ini ternyata sangat penting, lakukan
sambil relaksasi dan katakana pada bayi
Anda tentang harapan dan impian
untuknya. Ini akan menciptakan
beberapa kenangan indah dan
memberikan Anda kesempatan untuk
membangun ikatan dengan bayi Anda
saat Anda mencoba cara alami untuk
menginduksi persalinan.
Ketujuh, Diet Penambahan
Ada juga diet perubahan yang mungkin
akan tidak merangsang kontraksi, tetapi
akan membantu melunakkan leher rahim
Anda. buah-buahan tropis seperti kiwi,
mangga dan nanas mengandung enzim
yang dapat menyebabkan kontraksi
ringan. Red raspberry daun teh juga
bisa memendekkan leher rahim dan ini
sangat bagus bagi perempuan pada
setiap tahap siklus reproduksi mereka.
Penting bagi Anda untuk memastikan
Anda tidak alergi terhadap salah satu
dari mereka.
Beberapa wanita melaporkan bahwa
makan makanan pedas juga telah
membantu merangsang kontraksi. Jika
tidak memberikan gangguan pencernaan,
mungkin iini bisa menjadi cara
alternative yang membantu.
Kedelapan, Lakukan Accupresure
Ini adalah cara yang sangat alami dan
aman untuk merangsang adanya
kontraksi. Karena dengan menekan titik-
titik tertentu dalam tubuh seorang
wanita , ini dapat merangsang adanya
kontraksi. Lakukan dan minta bantuan
ahlinya.
Kesembilan, lakukan Endorphin Massage
Pijatan ini akan dapat membantu Anda
merangsang munculnya oksitosin dan
endorphin sekaligus sehingga kontraksi
dapat dimulai.
Kesepuluh, Lakukan pelvic rocking dan
birthing ball
kegiatan ini juga sangat bermanfaat
dnegen melakukan hal ini Anda akan
membantu bagian terendah janin segera
masuk ke dasar panggul Anda.
Referency:
ð Natural Pregnancy: A Practical,
Holistic Guide to Wellbeing from
Conception to Birth is an in-depth view
on the more natural ways to approach
pregnancy and childbirth.
ð The founder of the Midwives Alliance
of North America wrote Ina May's Guide
to Childbirth . It shares many methods
and personal stories, and also imparts
the importance of the mother's positive
mindset toward pregnancy and delivery.
ð Discovery Health has a comprehensive
pregnancy center to find more facts
and resources.
Semoga bermanfaat
Salam Hangat
Yesie Aprillia
(www.bidankita.com )

OTORITAS ATURAN (seri AYAH KEPSEK bagian 5)

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

“ANJ*NG…BAB*…BANG*AT”

Sengaja kalimat itu saya sensor. Anda tentu sudah bisa memahami apa isinya. Itu bukan kalimat dari seorang pejabat populer di negeri ini yang lagi memarahi anak buahnya. Sama sekali bukan. Percaya atau tidak, kalimat itu berasal dari seorang remaja kepada ibu kandungnya. Sebut saja bunga. Bukan bunga citra lestari lho. Apalagi bunga bangkai :). Dia ngamuk-ngamuk via akun facebooknya akibat laptop kesayangannya rusak kena air tumpahan dari ibunya. Dan meluncurlah segala jenis cacian kepada ibunya layaknya petugas kebun binatang yang sedang mengabsen penghuni satwa di dalamnya.

Apa yang sebenarnya terjadi? Mereka bukan sedang mencari sensasi. Atau belajar akting untuk dapat tampil di TV. Kalau cuma mau masuk TV modalnya gampang kok. Tak perlu caci maki ortu sendiri. Cukup bisa tepuk tangan, sedikit menggoyangkan pinggul dan menghentakkan kaki seraya meneriakkan yel “la la la..ye ye ye” berkali-kali. Itu sudah cukup meloloskan mereka sebagai penonton bayaran di stasiun TV. Dan jika mereka beruntung, bisa diajak tampil ke atas panggung oleh HOST sambil disiram air atau tepung. Tragis!

Tapi bukan itu inti pembahasan kita. Yang jelas, ketika seorang anak berani mencaci maki ibunya, itu pertanda hilangnya ikatan batin antara ibu dan anak yang dikenal dengan istilah mother distrust. Faktornya bisa macam-macam. Namun dari sisi pengasuhan ada dua hal yang bisa disorot :

Pertama, proses menyusui yang salah di saat anak berumur 0-2 tahun. Dimana si ibu hanya mampu memberikan asupan fisik saja berupa ASI kepada anak. Namun mengabaikan asupan psikis. Anak tak mendapatkan belaian dan dekapan yang cukup saat disusui. Tersebab ibu merasa tugasnya tertunaikan dengan memberi susu meski hanya lewat botol. Akibatnya fisik anak bisa jadi tumbuh subur namun jiwanya kerdil. Tak ada ikatan batin dengan ibunya. Badannya bongsor tapi kelakuan kayak bocah. Kata-katanya gak jauh dari ‘Miapah? Macacih? Udah maem tiang belom?’ (Maksudnya sih makan siang). Helloww! Yang maem tiang mah ultraman!. Hadeuuh, Benar-benar  seperti bayi. Sama ibunya gak punya jiwa empati. Saat ibunya kelelahan ia cuek. Ibu bermuka masam karena marah malah dipuji ‘Mama cool banget!’. Tak paham bahwa ibunya sungguh tersiksa batinnya.

Faktor Kedua, mengambil peran ayah – dan ini yang akan kita bahas- yakni sebagai pemilik otoritas aturan. Ibu yang khawatir akan pengasuhan anaknya biasanya cenderung memprotect anaknya dengan segudang aturan.
“JANGAN PULANG MALAM-MALAM!”
“JANGAN NONTON TV LAMA-LAMA!”
“JANGAN PAKAI BAJU GAMBAR HELLO KITTY. PAKAI SPONGE BOB AJA!”
“CUCI KAKI DAN TIDUR SEBELUM JAM 9”
“MAKAN SAYUR DAN BUAH!”
“JANGAN IKUT DEMO!”

Dan sederet aturan lainnya. Mulai dari yang berat sampai yang remeh seperti selera makan anak pun diatur. Dan inilah yang justru menjadi tren di kalangan ibu-ibu modern.  Akibatnya fungsi dasar ibu dalam memberikan rasa nyaman pun hilang. Anak menjauh dan tak nyaman bersama ibunya. Sehingga lebih betah di luar bersama kawannya dan mudah terperosok dalam pergaulan yang rusak. Tak peduli apa kata orangtua.

Tapi  jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa ibu lah yang salah dalam hal ini. Saya katakan tidak. Ibu yang mengambil otoritas aturan dalam rumah tangga akibat dari fungsi ayah yang hilang. Sementara ibu dituntut untuk menjaga buah hatinya. Ditambah seringnya ibu yang menghadiri seminar parenting yang malah menambah was was karena pembicaranya banyak memberikan data-data yang mencemaskan. Maka jadilah ibu memprotect anaknya. Ayah tak mau tau dalam hal ini. Padahal tugas dasar ayah sebagai kepala sekolah adalah menegakkan aturan. Ayahlah sang pemilik aturan. Dan ibulah pusat rasa nyaman bagi anak.

Ayah yang tak mau menegakkan aturan dalam rumah pada dasarnya menzholimi si ibu juga anak. Membiarkan anak dengan kesalahannya dan mencabut fungsi dasar ibu sebagai pemberi rasa nyaman. Terlebih jika ayah ikut-ikutan menyalahkan sang ibu. Lengkaplah predikat ibu sebagai ‘musuh’ bagi anak. Ingat. Petaka pertama pengasuhan : ketika ibu tak lagi dicintai dan dirindukan oleh buah hatinya.

Maka, ayah harus pulang. Terlibat dalam pengasuhan. Tunjukkan otoritas dan ketegasan. Tapi gak perlu bawa-bawa pentungan. Emangnya mau tangkap maling? :D Jangan biarkan ibu yang ambil alih fungsi ini. Biarlah anak merasa ayahnya galak dan tegas. Karena memang inilah the real father. Asalkan anak merasa nyaman dengan ibunya, itu lebih baik. Saat protes dengan keputusan ayah, ibulah yang menenangkan dan menguatkan.

Inilah keseimbangan dalam pengasuhan. Ayah sebagai pemilik otoritas aturan bertugas menjaga anak dari pengaruh buruk lingkungan. Dan ibu sebagai pemberi rasa nyaman menjadi daya pikat anak untuk selalu pulang. Tentu ayah yang tegas juga harus diimbangi dengan kelembutan dan kebaikan di sisi yang lain agar anak tidak trauma. Begitu juga ibu. Sesekali bolehlah ibu bawel asal jangan kebablasan. Kalaupun ibu mau tegakkan aturan, cukup dengan kalimat “Ingat gak, ayah bilang apa?”.  Anak tahu bahwa aturan bukan dari ibunya tapi dari si ayah. Jika fungsi ayah serius dijalani, maka tak ada lagi kalimat resah dari si ibu : ‘pusiiiing pala barbie’. Sebab ayah telah kembali. (selesai)

Sudah HPL ko belum lahir juga

Dari group FB "Gentle birth untuk semua"

Berhubung pertanyaan seputar HPL
sering diajukan, berikut saya copas
jawaban Bidan Yesie di salah satu
posting dalam grup ini. Semoga
bermanfaat :)
Kasus serotinus semakin hari semakin
banyak terjadi.
Mengapa?
Apa memang karena faktor makanan?
Atau karena faktor fisik ibu-ibu “jaman
sekarang” yang cenderung “gak mau
gerak” ?
Karena kalau kita menengok ke belakang,
nenek kita dulu jarang sekali ada kasus
seperti ini, mengapa karena mereka luar
biasa olahraganya. Pagi hari udah jalan
kaki naek bukit, 1 km ke pasar, ngepel,
dll.
Sedangkan sekarang? Jalan 300 m aja
pake mobil/motor
Mau pergi agak jauh dikit dianterin,
suruh duduk manis aja.
Mau mindah channel TV aja tuch…pakai
remote gak mau beranjak dari tempat
duduknya.
Fasilitas–fasilitas yang ada kadang
terlalu memanjakan fisik kita akhirnya
berefek pada:
- Posisi janin yang tak bisa optimal
- Proses pematangan serviks yang lebih
lama
Beberapa kali saya pernah mengatakan
bahwa HPL bukan harga mati bunda.
Umur kehamilan itu bisa antara 38 mg
s.d 42 minggu.
Coba kita analisa dari cara menghitung
HPL saja. Dunia kedokteran sampai saat
ini belum bisa menentukan kapan hari,
tanggal, dan jam terjadinya konsepsi
pada tiap wanita dengan hitungan sesuai
siklus mereka. Makanya akhirnya di buat
rumus dimana sebenarnya rumus ini lebih
berlaku pada ibu dengan siklus teratur 28
hari.
Rumusnya adalah Hari pertama Mens
Terahir :
Harinya di tambah 7
Bulannya di kurangi 3
Tahunnya di tambah 1
Nah ketemu dech hari, tanggal bulan
HPL.
Tapi kalau kita logika lagiitu kan
ngitungnya hari pertama haid terakhir…
padahal gak mungkin kan hari pertama
haid terakhir itu dianggap hamil?wong
lagi haid kok hamil?
Cuman kita juga gak bisa menentukan
masa subur dan kapan tepatnya konsepsi
jadi diambil yang paling gampang. Dan
maka dari itu hari-nya di tambah 7.
Nah dari sini saja kan bisa di analisa
bahwa sebenarnya HPL itu sangat bisa
mundur bunda
Dari penelitian hanya < 20% ibu yang
melahirkan tepat di hari HPL nya
Kebanyakan mundur 2 minggu atau
malah maju 2 minggu.
Makanya di buat rata-rata 38 s.d 42
minggu.
Namun dasar ibu hamil… pasti rasa
kuatirnya tinggi. Takut nanti kalau
begini, takut nanti kalau begitu padahal
kata mas Reza nich, 90% ketakutan itu
belum tentu terjadi. Cuman kalau
keseringan takut ini bahaya karena bisa
jadi affirmasi negatif, bunda..
Banyak ibu yang khawatir ketika
dibilang air ketuban sudah berkurang.
Lho ya jelas to ya wong si bayi tambah
besar, dan pasti ada penurunan kadar
air ketuban. Cuman kalau Bunda minum
banyak, hindari stress, amati gerakan
janin, dan kalau semuanya OK, niscaya
akan baik-baik saja.
Ingat yuukkk bayi punya waktunya
sendiri untuk lahir.
Mungkin secara fisik dia udah siap lahir.
namun bagaimana secara mental dan
spiritual? Belum tentu, bunda.
Makanya ketika bayi sudah siap body-
mind-soul-nya, dia akan kirimkan sebuah
enzim yang akan dikirimkan ke tubuh si
ibu sehingga tubuh si ibu merespon, lalu
si hipotalamusnya ibu langsung ngeluarin
oksitosin. nah jadilah kontraksi dan lain
sebagainya, bunda.
Resiko induksi banyak sekali sepertinya
saya sudah pernah menulis di dokumen
kalau gak salah judulnya resiko
pemberian PITOCIN.
Nah selain resiko fisik secara mental
juga bisa, bahkan bisa menjadi trauma.
Mungkin saya akan menceritakan sedikit
pengalamannya mbak Diyan Hastarini
yang pernah cerita kepada saya
bagaimana rasanya dia tidak pernah
merasa happy saat malam menjelang
ultah dan saat ultah selama 23 tahun.
Dan ternyata setelah di-therapy
ketahuan dech bahwa dia di-induksi saat
itu, padahal selama hamil si ibu bilang
suruh lahirnya nunggu papahnya pulang.
Tapi karena udah 40 minggu dan papah
jadwal pulangnya masih 1 atau 2 minggu
lagi (saya agak lupa) akhirnya si mbak
Diyan cilik ini merasa sangat kecewa dan
marah dan itu dideritanya dan menjadi
beban psikologisnya sampai 23 th
lamanya. Untung dia menyadari itu lalu
therapy, lha kalau tidak terus gimana?
Klienku yang satunya juga begitu dia
divonis harus segera induksi gara-gara
udah 39 minggu belum masuk panggul.
Alhasil induksi gagal dan SC lah sudah!
Selama 28 tahun dia menerita migraine
di kepala dan ini terjadi setiap kali
menjelang hari ultahnya. Ternyata
setelah di-therapy ketahuan bahwa
sebenarnya saat itu dia lagi berusaha
ngelepasin lilitan talipusat yang melilit di
lehernya. Dan padahal 3 hari lagi dia
mau keluar, eh belum sempet ngebuka
lilitannya udah di suntik macam-macam
yang membuat dia merasa “mabok” dan
kesakitan. Nah habis itu ternyata pas
lahir kepala dan lehernya ditarik dengan
sangat kuat oleh dokter yang
menolongnya keluar.
Hhhhh…..tidak pernah kan Anda berfikir
sampai kesana?
Apa kita mau anak kita seperti itu nanti?
perlu dipahami juga, ini bukan berarti
induksi itu nggak baik, lho.
Induksi itu diperlukan, pada kondisi
tertentu dengan indikasi medis yang
jelas.
Ayo dech kita renungkan bersama…
Kalau bisa diupayakan sejak awal dengan
siapkan fisik, mental, dan spiritual
tentunya tidak terjadi seperti itu kok.
Nah tapi kalau udah terlanjur kelewat
HPL ya upayakan yang alami dulu, saya
udah pernah nulis di dokumen juga
tentang cara menginduksi persalinan
secara alami. Coba cek lalu lakukan
dengan niat yang kuat.
NIAT, UPAYA dan DOA.
sambil tetap memperhatikan kondisi
janin, tentunya.
salam,
Yesie Aprillia

Cara mengejan yang baik saat melahirkan

Bagaimana cara mengejan yang baik
saat melahirkan? Ini adalah pertanyaan
yang hampir selalu diungkapkan oleh
klien saya di kelas hypnobirthing
terutama mereka yang baru pertama kali
hamil atau belum mempunyai pengalaman
sama sekali tentang melahirkan
pervaginam. Bahkan ada beberapa ibu
yang notabenenya sudah berkali-kali
melahirkna-pun masih kebingungan
dengan cara mengejan yang baik karena
mereka merasa selalu salah saat
mengejan di persalinan yang lalu.
Nah lalu apakah ketika melahirkan si ibu
harus mengejan dengan sekuat tenaga?
Jawabannya adalah Tidak. Karena
bahkan beberapa klien saya ada yang
melahirkan tanpa mengejan padahal
bayinya lumayan besar yaitu 4 kg. Wow,
bagaimana rahasianya? Nah di artiikel
ini saya akan mencoba share tentang
cara mengejan yang baik saat
melahirkan.
Mengejan adalah tahap akhir dalam
persalinan sebelum Anda bertemu bayi
Anda. Ini mungkin adalah Periode
persalinan yang paling menyakitkan atau
sumber terbesar dari ketakutan dan
kekhawatiran seorang wanita karena
seringkali mereka merasakan tidak apa
yang harus dilakukan saat itu. Sulit
untuk menggambarkan sensasi dan usaha
yang terkait dengan mendorong janin
atau mengejan dalam proses persalinan
tetapi ada banyak teknikyang dapat
dicoba kelahiran bayi Anda. Bidan,
dokter dan pendamping akan memberikan
bimbingan kepada Anda selama mengejan
bila diperlukan.
Langkah 1
Tunggu sampai dokter atau bidan
menegaskan bahwa pembukaan serviks
Anda benar-benar sudah sempurna. Ini
berarti serviks telah membuka sekitar 10
centimeter. Memang terkadang Anda
akan merasakan sensasi seperti ingin
mengejan atau seperti hendak Buang Air
Besar padahal pembukaan serviks belum
sempurna. Nah jika Anda mengalami hal
ini, usahakan untuk tidak meng-
hejankan atau menuruti sensasi itu
dengan berusaha untuk tetap tenang,
rileks dan berusaha menarik nafas
panjang dan dalam. Karena apabila Anda
mengejan sebelum pembukaan serviks
sempurna yang terjadi justru akan ada
pembengkakan di serviks Anda dan itu
justru dapat menyulitkan dan
menghalangi proses persalinan Anda
nanti
Langkah 2
Carilah posisi yang paling nyaman untuk
tubuh Anda. Berbagai posisi dianggap
lebih efektif daripada yang lain, seperti
jongkok, duduk bukannya terbaring di
tempat tidur. Posisi yang dapat Anda
lakukan sangatlah beragam, tergantung
pada penggunaan epidural atau fasilitas
persalinan.
Langkah 3
Memanfaatkan kontraksi Anda ketika
Anda mengejan. karena ini lebih efektif
untuk mengejan selama kontraksi
bukannya mengejan secara terus-
menerus. Kontraksi dapat terjadi setiap
lima menit bahkan tujuh menit untuk
beberapa ibu dan dengan durasi antara
45 dan 90 detik. Sehingga ketika tidak
ada kontraksi Anda justru bisa istirahat
bahkan tertidur untuk sejenak, atau
minum untuk memulihkan dan menyusun
kembali energi Anda.
Langkah 4
Dorong seperti jika Anda buang air
besar, Ketika usaha ini diberikan, bayi
dapat ditekan jalan lahir dan keluar
vagina.
Langkah 5
Bersantai di akhir kontraksi, duduk atau
berbaring. Bahkan Anda juga bisa
mengubah posisi Anda ketika kontraksi
berakgir. Ini sangat penting untuk
membantu mengoptimalkan posisi janin.
Dan akan sangat membantu jika Anda
memilih untuk mengambil posisi yang
vertikal atau tegak karena gaya
gravitasi bumi akan membantu janin
lebih turun lagi ke jalan lahir. Memang
akan terasa sangat susah bahkan terasa
berat ketika Anda harus mengubah posisi
misalnya dari posisi setengah duduk ke
posisi jongkok ketika Anda berada atau
bersalin di atas tempat tidur. Namun hal
ini tidak berlaku bagi Anda yang emmilih
untuk melahirkan di dalam air atau
waterbirth karena dengan waterbirth
Anda bisa bebas untuk mobilisasi dan
merubah posisi selama persalina dan ini
sangat membantu memperlancar proses
persalinan Anda.
Langkah 6
Jika memungkinkan, mintalah bidan atau
dokter Anda untuk meletakkan cermin di
dekat lubang vagina saat bayi mulai
crowning, atau kepala terlihat di vagina.
Hal ini dapat membantu beberapa ibu
berkonsentrasi untuk mengejan di daerah
ini. Bahkan ini dapat membantu sang ibu
untuk lebih semangat lagi ketika
mengejan. Sesuai pengalaman saya di
lapangan saya selalu menganjurkan ibu
untuk memegang kepala bayinya ketika
kepala bayi sudah terlihat di vagina, hal
ini ditujukan untuk meningkatkan dan
merangsang hormon oksitosin yang ada
didalam tubuh ibu sehingga kontraksi
akan semkin seringd an si ibu pun merasa
lebih semangat dan lebih “tersambung”
dengan tubuhnya.
Langkah 7
Lanjutkan untuk mengejan di setiap
kontraksi sampai bayi dilahirkan. Dokter
mungkin akan menyarankan dan memberi
aba-aba kapan Anda harus mengejan
jika Anda menggunakan epidural.
Tips dan Peringatan
- Tarik nafas dalam ketika Anda
hendak mengejan. Masukan dagu Anda
ke dada Anda. Ingat bahwa mengejan
dapat berlangsung antara 30 menit dan
beberapa jam.
- Minumlah air, bisa juga air gula atau
madu atau menyelipkan es batu di
antara kontraksi untuk tetap terhidrasi.
- Berpindah dan merubah posisi jika
Anda merasa perlu. Beberapa ibu akan
menemukan posisi yang paling nyaman
bagi tubuhnya untuk mengejan-kan
bayinya. Dan bisa jadi ini bukan posisi
terlentagn maupun setengah duduk. Ikuti
insting dan naluri serta irama tubuh
Anda. Dan komunikasikan dengan bidan
atau dokter sehingga mereka bisa
memfasilitasinya.
- Hindari mengejan ketika pembukaan
servik belum lengkap. Kontraksi bisa
membuat Anda merasakan dorongan
yang tak terbantahkan untuk mendorong
dan mengejan, namun ketika Anda
mengejan dan posisis leher rahim saat itu
masih sebagian tertutup justru dapat
menyebabkan leber rahim membengkak.
Istirahat dan tarik nafas panjang dan
dalam meskipun kontraksi anda rasakan
terus.
- Anda dapat saja tidak mengejan
atau tidak sengaja menghejankan janin
Anda selama persalinan. Kuncinya ada di
nafas dan posisi Anda. Ketika Anda
dapat selalu kontrol di nafas dan rileks
juga dapat mengatur posisi yang paling
nyaman maka bayi Anda akan melakukan
tugasnya yaitu mendorong tubuhnya
untuk keluar dari jalan lahir. Karena
sebenarnya ketika Anda rileks maka
seluruh otot di jalan lahir akan terbuka
dan melebar. Ikutilah irama tubuh Anda,
dan tanpa di hejankan dengan sengaja
maka tubuh Anda akan mengejan dengan
sendirinya. Anda cukup rileks dan
tenang.
- Dorong ata mengejanlah seolah-olah
Anda mengalami buang air besar - yang
terbesar dalam hidup Anda. Dan
berbicara tentang buang air besar,
menaruh semua konsentrasi dan fokus
saat mengejan - bukan menjadi khawatir
apakah Anda akan dapat mengosongkan
perut Anda. Karena pada dasarnya
melahirkan rasanya hampir sama dengan
membuang air besar bayangkan ketika
Anda mengalami obstipasi atau sembelit
bebera hari dan anda henda buang air
besar, semakin Anda berusaha mengejan
yang terjadi feaces semakin tidak bisa
keluar karena ternyata semua otot Anda
tegang, namun ketika Anda berusaha
untuk rileks maka proses buang air besar
justru semakin lancar.
- Ketika hendak mengejan cobalah
untuk fokus dan tenang, dan bagi bidan
atau dokter seharusnya mendukung hal
ini dengan menjaga suasana yang
tenang dan privat. Bidan tidak perlu
berteriak-teriak untuk memberi aba-aba
kepada ibu cukup berikan sugesti positif
dan ajak ibu untuk mengikuti irama
tubuhnya. Memang butuh kesabaran
namun ini sangat baik untuk
memperlancar proses persalinan.
Posisi untuk Mengejan
Beberapa posisi yang berbeda yang
dapat digunakan untuk mengejan. Dalam
semua posisi, menjaga dagu Anda ke
bawah untuk membantu otot perut
membantu rahim anda dalam mendorong
bayi Anda. Anda mungkin dapat untuk
mempercepat kemajuan persalinan jika
Anda mencoba posisi di mana gravitasi
membantu Anda (yaitu duduk, berdiri
atau jongkok). Namun, jika bayi
prosesnya atau lajunya cepat, Anda
mungkin dapat memperlambat
peregangan perineum dengan mencoba
posisi di mana gaya gravitasi netral
(yaitu berbaring miring atau
merangkak). Hal ini penting untuk
bereksperimen mencari titik kenyamanan
Anda untuk mengejan dalam posisi yang
berbeda.
Referensi
WhattoExpect.com: Pushing the Baby
Out
California Pacific Medical Center: Labor:
Second Stage/Pushing
Ina May Gaskin. (2003). Ina May's Guide
to Childbirth
Salam Hangat
Yesie
di link nya bunda akan ada beberapa
video dari youtube yang bisa memberi
gambaran tentang bagaiman saat
mengejan. dan penting di ingat bahwa
semakin rileks semakin Anda tak perlu
mengejan.
nah latihlah mulai dari sekarang bunda
Sumber: http://www.bidankita.com/
index.php?
option=com_content&view=article&id=474:bagaimana-
cara-mengejan-yang-baik-saat-
melahirkan&catid=44:natural-
childbirth&Itemid=56