Sabtu, 09 Oktober 2010

kutipan dari inboxnya temenya temen

Duh cinta, kala virusmu menyerang.
Kau tutup mata, telinga, dan mulut para saudara dan saudariku.
Duh cinta, kala virusmu menyerang. Kau tutup mata mereka, sehingga meski seburuk apapun rupa pujaan hati mereka, si pujaan hati kan terlihat yang paling keren sedunia. Meski seburuk apapun citranya di mata orang lain, si pujaan hati kan tetap terlihat sebagai orang paling baik dan sempurna di dunia.

Duh cinta, kala virusmu menyerang. Kau tutup telinga mereka, sehingga meski seburuk apapun omongan orang terhadap si pujaan hati, ia kan tetap terjaga citranya dalam otak si pecinta. Meski sekasar apapun kata yang dikeluarkan, si pujaan hati kan tetap terjaga namanya dalam otak si pecinta. Meski sebanyak apapun nasihat yang dikeluarkan orang-orang yang berusaha menjaga si pecinta, telinganya tidak akan menangkap sepatah kata pun yang diberikan.

Duh cinta, kala virusmu menyerang. Kau tutup mulut mereka, sehingga mulut itu akan tetap bungkam manakala mulai muncul ketidaknyamanan dalam interaksi keduanya. Mulut itu akan tetap bungkam manakala kekerasan dalam hubungan tak terhindarkan. Pantaslah banyak kasus kekerasan yang jarang terungkap tuntas.

Hikmah Kombatei

>> Belajar memahami dunia lain (anak)
>> Harus lebih peka terhada apa yang dibutuhkan orang lain, kalau bisa di tolong. ya tolongin!
>> Keseimbangan fisik, kekuatan, kecepatan dan insting/naluri harus terus di asah
>> Jadi pribadi tangguh n percaya bahwa diri kita ini bisa melakukan hal yang luar biasa
>> Selalu dukung orang-orang terdekat kita untuk lebih maju
>> Menjadi pesona dalam biasa hehehhe T.Siti ModeON
>> Belajar lebih SKSD lagi ma anak kecil biar kemampuan komunikasi kita terlatih
>> Berikan hadiah ketika kita mencapai suatu target, khususnya ice cream,,
>> Makanlah ice cream secukupnya,,

Ruang

keluar air mata
tangan pun bergetar
seraya doa-doa itu
ku tengadahkan tanganku
mennikmati betapa indahnya
Penciptaan-Mu

MENGHELA NAFAS YANG KURANG BAIK

amanah..
terkadang benar untuk menghela nafas sejenak dari sebuah amanah itu kurang baik. benar saja dari pengalaman sendiri, ketika sekali meninggalkan amanah, ternyata bukan hanya satu yang terbengkalai, tetapi lebih dari yang ingin di tinggalkan dulu sejenak.
tapi sejauh ini, alhamdulillah amanahku selama bisa diusahakan saya bisa berbuat untuknya. tetapi terkadang benturan amanah yang satu dengan yang lainnya harus diperlukan keahlian untuk mengolahnya sehingga cantiik untuk terlaksana. bukan hanya terlaksana tetapi mudah-mudahan menjadi dzikir saya terhadap Allah SWT. ringan sekali rasanya ketika semua telah disandarkan kepada-Nya.
kawan benar saja ketika berniat untuk melihat pemandangan sejenak diluar kereta, pilihannya hanya ada tiga, lompat dari kereta itu, tetap duduk, atau ikut mengemudikan kereta dengan membuat suasana didalamnya menjadi nyaman "dikutip dari sebuah status teteh murabi'ah q".
terkadang ke egoisan pribadi masih tetap menang, mudah-mudahan Engkau mengampuni segala dosa-dosaku ya Rabb.
af1 zidan buat kawan-kawan yang selama tiga hari kebelakang saya lari dari amanah di kampus. saya menjalankan amanah sebagai keponakan karena kemaren paman saya yang bungsu nikah dan sangat mengharuskan saya untuk datang, katanya "boleh tidak datang asal dengan alasan yang syar'i"'
makanya saya datang kesana.
kawan ada tidak adanya saya, amanah itu pasti akan tetap berjalan. karena Allah lah yang maha Menghendaki atas segala sesuatu. tetapi mohon tetap diingatkan, saya terkadang sombong dan merasa diri yang paling bisa. maaf ini keterbatasan murni dari diri saya..
keep semangat buat semuanya..